• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

KEBANGKITAN KRISTUS DAN KEBANGKITAN ORANG PERCAYA ADALAH SATU PAKET

 

“Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.” (1 Korintus 15:13)

 

Bagi kita telah sangat jelas bahwa Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus adalah dasar kebangkitan kita sebagai orang percaya. Ayat 1 Korintus 15:13 di atas (dan juga ayat 16) selaras dengan hal tersebut. Namun menarik untuk disimak pernyataan Rasul Paulus disini, karena ia tidak mengatakan bahwa jika Kristus tidak dibangkitkan maka orang-orang percaya tidak akan dibangkitkan, walaupun itu juga benar. Yang ia katakan adalah bahwa jika orang-orang percaya tidak dibangkitkan (pada akhir zaman) maka Kristus juga tidak dibangkitkan (pada 2000 tahun yang lalu).

Sebenarnya Paulus di sini ingin menekankan kesatuan antara kebangkitan Kristus dengan kebangkitan orang-orang percaya. Yang membedakan antara keduanya adalah jarak waktu. Yang satu sudah terjadi, yang lainnya pasti akan terjadi pada akhir zaman. Dengan kata lain Kebangkitan Kristus dan kebangkitan orang-orang percaya merupakan satu paket.

Karena itulah Kristus disebut sebagai yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati. Implikasinya adalah bahwa yang lainnya pasti menyusul. 1 Korintus 15:23, "Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya." Istilah “sulung” (Yun: "aparkhe") berasal dari dunia pertanaman yang merujuk ke hasil pertama yang diperoleh yang menjadi jaminan bahwa hasil berikutnya pasti akan menyusul. Bahwa karena Kristus telah bangkit dari kematian, maka pastilah juga kita, orang-orang percaya akan juga bangkit.

Yesus bangkit dalam tubuh yang tidak akan mati lagi, tubuh yang tidak takluk kepada maut lagi. Demikian juga nanti dengan tubuh kebangkitan kita. Dalam 1 Korintus 15:42 dikatakan, "Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Puji Tuhan!

Orang-orang percaya adalah orang-orang yang paling berbahagia, karena kita akan dibangkitkan dan menerima tubuh kemuliaan, serta bersekutu dengan Allah kekal selama-lamanya.

Marilah kita terus memberitakan kabar bahagia ini kepada mereka yang belum percaya, agar mereka juga diselamatkan.

 

“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII


ID EN