Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
“Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.” (1 Korintus 9:22b-23)
Dalam pembacaan Alkitab pagi ini, Paulus memberi suatu teladan dalam dia melaksanakan pemberitaan Injil, yaitu ia siap merendahkan diri menjadi segala-galanya bagi mereka yang menjadi tujuan pemberitaannya, agar ia dapat memenangkan/menyelamatkan mereka.
Pada ayat-ayat sebelumnya, yaitu ayat 20-22 Paulus mengatakan ia mau menjadi seperti orang Yahudi, seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, seperti orang yang lemah, tujuannya adalah supaya ia dapat memenangkan mereka.
Ia menjelaskan alasan tindakannya ini (ay. 23): “Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya;” artinya ia bertindak demikian adalah demi kemuliaan pemilik Injil yaitu Tuhan Yesus Kristus, dan demi tujuan Injil yaitu keselamatan jiwa-jiwa, serta agar ia dan mereka dapat berbagi dalam hak istimewa Injil tersebut atau turut menikmati berkat-berkat Injil bersama-sama. Untuk tujuan-tujuan inilah dia bersedia merendahkan diri, menyangkal diri, melepaskan hak kebebasannya, dan menyesuaikan diri dengan orang-orang yang menjadi tujuan pemberitaannya.
Perhatikan, seorang pemberita Injil seharusnya tidak akan bersikeras pada hak-hak istimewanya, karena tujuan agar Injil Yesus Kristus tersebar sampai ke ujung-ujung bumi. Ia tidak menyalahgunakan kekuasaan dan hak-hak istimewanya demi tujuan ini. Ia dan dirinya tidak menjadi penghalang orang untuk melihat kemuliaan Tuhan Yesus dan kemuliaan Injil yang menyelamatkan. Ia bukan menjadi pusat pemberitaannya, tetapi yang ia beritakan adalah Injil keselamatan.
Hati seorang pemberita Injil yang dipenuhi semangat demi Injil dan demi keselamatan orang berdosa, akan bersedia merendahkan diri dan menjadi segala-galanya. Inilah semangat Injili!
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII