Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Kisah Para Rasul 2:1-4)
Sebagaimana kita ketahui, penggenapan janji Tuhan Yesus bahwa Ia akan mencurahkan Roh Kudus kepada murid-muridNya terjadi pada hari Pentakosta. Selanjutnya, Roh Kudus akan berdiam dalam kehidupan setiap orang yang telah dilahirkan kembali.
Ketika Roh Kudus dicurahkan kepada murid-muridNya di Yerusalem maka terjadi:
1. Terdengar bunyi seperti tiupan angin keras (Kis. 2:2)
2. Bunyi itu memenuhi rumah (Kis. 2:2)
3. Terlihat lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran (Kis. 2:3)
4. Lidah-lidah seperti nyala api hinggap pada masing-masing murid yang berkumpul (Kis. 2:3)
5. Penuhlah murid-murid dengan Roh Kudus (Kis. 2:4) (istilah penuhlah disini berasal dari kata Yunani: “pimplemi” yang artinya menerima curahan, yang berbeda dengan istilah “dipenuhi” dalam Efesus 5:18, karena dipenuhi disini dari kata Yunani: “pleroo” yang artinya dibuat penuh - make full).
6. Mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain (Yun: glossais)
Peristiwa yang dahsyat ini menjadi awal berdirinya Gereja milik Kristus. Bermula di hari Pentakosta inilah murid-murid digerakkan dengan gigih untuk memberitakan Injil, sebagaimana janji Tuhan Yesus: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kis. 1:8)
Demi pemberitaan Injil kepada segala bangsa, Roh Kudus yang telah dicurahkan, memberi karunia Roh kepada mereka sehingga murid-murid berbicara dalam bahasa lain yang dimengerti oleh orang-orang yang berasal dari berbagai latar belakang suku yang berkumpul di Yerusalem. Oleh karena itu mereka yang mendengar berkata satu kepada yang lain: “… kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri.” (Kis. 2:8a) Masing-masing mereka yang bukan berasal Galilea dapat mengerti apa yang dikatakan murid-murid dalam bahasa mereka sendiri. Mereka adalah orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, Roma, orang Kreta dan orang Arab. Mereka semua mendengar berita tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah, yaitu tentang karya penebusan Tuhan Yesus yang diberitakan murid-murid yang mengalami pencurahan Roh Kudus. (Kis. 2:9-11) Sejak saat itu mulailah murid-murid dengan keberanian Roh Kudus memberitakan Injil, yang dimulai dengan khotbah Kebangunan Rohani oleh Petrus di Yerusalem. (Kis. 2:14-40)
Dalam moment masih di masa peringatan hari Pentakosa, marilah kita merenungkan bahwa peristiwa Pentakosta, selain diperingati sebagai hari Pencurahan Roh Kudus, harus juga diperingati sebagai dimulainya kegerakan pemberitaan Injil kepada segala bangsa, yang harus dilanjutkan hingga Tuhan Yesus datang kembali.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII