• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

MESKI TUJUH KALI JATUH, NAMUN BANGUN KEMBALI

Amsal 24:16 (TB2)  Sebab, meskipun tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

 

Siapa yang tidak kenal tokoh di Alkitab yang bernama Raja Salomo? Ia Raja Israel yang memiliki hikmat dan kebijakan yang berasal dari Allah, dan benar-benar seorang pemimpin yang sangat hebat, namanya meluas ke berbagai kerajaan.

 

Raja Salomo adalah penulis Kitab Amsal yang dikenal sebagai Kitab, kebijaksanaan, jalan hidup orang benar dan jalan hidup orang fasik.

 

Namun, Raja Salomo yang kaya hikmat itu, memiliki 700 istri dari kaum bangsawan dan 300 gundik. Istri-istri Salomo yang dicatat dalam firman Tuhan kerap mencondongkan hati Salomo menjauh dari Tuhan. Salomo memang kemudian jatuh dalam dosa.

 

Ada satu bagian tulisan Raja Salomo yang penuh kejujuran, bahwa ia mengatakan "tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali!". Raja Salomo juga seorang manusia yang tidak dirancang Allah "anti jatuh". Rasul Paulus mengatakan, "Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman surgawi..." (bdk.2 Kor 5:2), siapakah yang berani mengatakan, "Saya tidak mungkin jatuh!".

 

Karena itu perhatikan, Salomo menulis, "meskipun tujuh kali orang benar jatuh...". Oh, tegasnya, ternyata orang benar juga dapat jatuh juga.. bisa satu kali, tujuh kali, sepuluh kali.. namun karena "orang itu adalah orang benar ia bangun kembali"! Artinya, berapa pun banyaknya orang benar jatuh itu, intinya ada di pernyataan "ia bangun kembali" they rise again! (NIV)

 

Pada bagian inilah yang Salomo ingin sampaikan, "Apakah Anda sanggup bangun kembali?". Seperti Pemazmur berkata, "Apabila ia jatuh, tidak sampai tergeletak, sebab tangan Tuhan memegangnya".

 

Tentu saja Salomo tidak sedang menganjurkan apalagi mempersilahkan, "jatuh berkali-kali..", bukan itu, karena pesan utamanya setelah jatuh bangun kembali.

 

Puji Tuhan, yang dicatat di PB adalah, setiap orang benar (yang dibenarkan karena iman), ia hidup dalam iman, kebenaran dan dipenuhi Roh Kudus. Pesan ini menegaskan, jatuh pun hendaknya tidak harus tujuh kali. Hanya orang-orang fasik saja yang roboh selamanya ketika ia disergap bencana dan dosa.

 

Salam Injili

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII


ID EN