• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

Pdt. Tommy Dilahirkan di Balikpapan dalam keluarga Kristen dan diberi nama lengkap, Tommy Oscar Lengkong. Ketika berusia 18 tahun, dalam satu Kebaktian Kebangunan Rohani yang dilayani oleh Rev. Willem Hekman (salah satu pendiri PII), beliau menerima sepenuhnya Tuhan Yesus dan hidup dalam kelahiran baru. Tiga tahun kemudian, beliau berkomitmen untuk melayani Tuhan sepenuh waktu dan menjalani pendidikan teologi di Institut Injil Indonesia di Batu, tahun 1980 hingga 1985. 

Memulai pelayanan sebagai Pendeta di sebuah gereja kecil di Balikpapan tahun 1985, dan sekaligus mengadakan penanaman gereja bagi suku Dayak di wilayah hulu Sungai Mahakam, di pedalaman Kalimantan Timur, dan bagi beberapa suku pendatang di daerah-daerah transmigrasi di wilayah yang masih disebut Kabupaten Kutai pada waktu itu. Beliau melayani sebagai pendeta jemaat sejak tahun 1985 hingga 2016. Pada masa itu beliau juga pernah menjadi anggota Majelis Sinode dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Sinode. Beliau mengikuti pendidikan pascasarjana di Seminari Teologi Bandung di Bandung, dan mendapat gelar Magister Teologi tahun 2012.

Pdt. Tommy Lengkong, M.Th. menjabat sebagai Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) sejak Maret 2025, melalui Musyawarah Nasional XIII PGLII tanggal 17 – 21 Maret 2025 di Balikpapan.

---

PGLII sebagai lembaga gerejawi aras nasional telah hadir di Indonesia sejak tanggal 17 Juli 1971. PGLII adalah lembaga Injili atau Evangelikal yang beranggotakan 101 sinode Gereja dan 70 Lembaga/Yayasan Kristen. 

Dalam periode tahun 2025 – 2029, Pengurus Pusat (PP) PGLII ingin mewujudkan persekutuan seluruh kaum Injili Indonesia yang tegak dalam kemurnian asas Injili untuk transformasi Injil dan peningkatan kualitas moral bangsa. (Roma 15:4, 1 Timotius 4:2, Amsal 14:34)

Dalam periode ini PP PGLII bekerja sama dengan anggota PGLII yaitu sinode-sinode gereja dan lembaga-lembaga mewujudkan persekutuan kaum Injili yang tegak dalam kemurnian asas Injili.

PP PGLII berkerja sama dengan anggota membangun kapasitas, berjejaring, saling mendukung dan menjadi terang dalam transformasi Injil di Indonesia dalam lingkup keberagaman masyarakat dan perkembangan teknologi.

PP PGLII bersama Pengurus-Pengurus Wilayah PGLII di seluruh nusantara berupaya  mendukung kepemimpinan gereja-gereja dan lembaga-lembaga anggota di masing-masing provinsi untuk penguatan kesatuan tubuh Kristus, peningkatan pelayanan umat, mengatasi permasalahan-permasalahan gereja atau umat, serta dalam interaksi dengan pemerintah dan masyarakat.

PP PGLII akan melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah dengan berpartisipasi dalam upaya-upaya: pembangunan nasional; mewujudkan kesejahteraan bangsa; penegakan keadilan; menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; peningkatan kerukunan inter dan antar umat beragama; mengembangkan kualitas moral dan peri kemanusiaan bangsa; serta kepedulian ekologi.

Dalam kebersamaan sebagai anggota Asia Evangelical Alliance (AEA) yang pada tahun ini mengangkat tema yang menantang: “Disciple or Die!” (Muridkan atau Mati!), PGLII berfokus pada urgensi pemuridan di tengah melambatnya pertumbuhan kekristenan di Asia. Pemuridan akan mengerakkan gereja bertumbuh secara rohani dan meningkatkan partisipasi gereja dalam penuntasan Amanat Agung Kristus. PGLII akan mengajak seluruh gereja dan lembaga Injili di Indonesia untuk memperbarui komitmen dalam pemuridan yang holistik, yang melahirkan murid-murid yang mengasihi Kristus, bertumbuh dalam Firman, dan diutus untuk membawa Injil ke dunia.Juga dalam kebersamaan sebagai anggota World Evangelical Alliance (WEA), yang pada waktu pelaksanaan WEA General Assembly di Seoul, Korea Selatan 26 – 31 Oktober 2025 mengangkat tema “The Gospel for Everyone by 2033.” (Injil untuk Semua Orang” pada tahun 2033) — peringatan ke-dua ribu tahun penyaliban dan kebangkitan Kristus serta Amanat Agung – PGLII akan turut serta dalam gerakan panggilan bersama kaum evangelikal, agar menjelang tahun 2033 setiap orang di dunia telah mendengar Injil keselamatan.

PGLII akan terus berkomitmen terhadap menjadikan murid berlandaskan Injil, yang diberdayakan oleh Roh Kudus, berpusat pada Kristus, dan berakar pada Alkitab, serta melaksanakan misi dan pekabaran Injil dengan penuh integritas

PGLII berkomitmen melanjutkan misi ini di Indonesia yaitu menjadi pemberita Injil Kristus yang membawa pengharapan bagi bangsa, dengan Injil yang menyelamatkan dan mengubahkan. Dalam kehadirannya di tengah bangsa PGLII ingin mewujudnyatakan kasih dan keadilan Allah melawan intoleransi, korupsi, ketidakadilan, ketimpangan pemerataan, perpecahan sosial dan kemerosotan moral.

Kiranya Anak Domba Allah yang disalibkan dan bangkit, memenuhi PGLII dengan keberanian. Kiranya Roh Kudus memberdayakan PGLII untuk hidup sebagai garam dan terang.

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.” (Ef. 3:20-21)

Ketua Umum PGLII

Pdt. Tommy Lengkong, M.Th.


ID EN