Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas meningkatnya aksi kekerasan yang telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan masyarakat sipil di Kabupaten Intan Jaya.
Anak-anak perlu menyaksikan teladan penyembahan orang tua, berhak melihat sakramen, dan merupakan bagian integral dari gereja masa kini, bukan sekadar masa depan.
Negeri ini mungkin sedang menghadapi banyak persoalan. Namun Kerajaan Allah tidak sedang krisis. Kristus tidak kehilangan kendali. Takhta-Nya tidak terguncang oleh pergantian pemerintahan, gejolak ekonomi, atau kegaduhan politik.
“Saya sebenarnya tidak memahami teori musik, tetapi saya tahu Roh Kudus memberikan lagu itu, dan saya hanya menuliskannya ketika menerimanya,” kata Lü. “Saya hanyalah orang biasa, orang sederhana yang dipenuhi Roh Kudus.”
Di tengah banyaknya program gereja, aktivitas pelayanan, konferensi, dan strategi organisasi, gereja perlu terus mengingat satu pertanyaan mendasar: Apakah gereja kita sedang menghasilkan murid?
Kepemimpinan trinitaris menawarkan paradigma yang kuat dan relevan bagi gereja serta organisasi Kristen di tengah tantangan zaman modern. Berbeda dari model yang menekankan hierarki dan kontrol.
Untuk menjawab tantangan zaman, gereja perlu bergerak ke arah yang lebih relevan. Salah satu pendekatan yang penting adalah menjadi gereja yang kolaboratif dan rekonsiliatif. Gereja berfokus pada pemulihan relasi, bukan memperbesar perbedaan.
Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar di tengah masyarakat majemuk. Namun hal ini dapat juga mengarah kepada hal-hal yang negatif, dimana terjadi ketegangan antara kelompok yang satu dengan yang lain yang berbeda pendapat.
Dalam setiap bentuk kepemimpinan, ada satu bahaya yang sering tidak disadari kebanyakan pemimpin, yakni ketika seorang pemimpin tidak lagi memiliki orang di sekelilingnya yang berani mengatakan, “mungkin Anda keliru.”
Jika kita memikirkan iman Kristen, kita akan menemukan bahwa kasih adalah inti dari semuanya. Kekristenan bukan pertama-tama tentang ritual, bukan tentang tradisi, bukan hanya tentang doktrin.
Pelayanan yang berbuah bukan tentang nama kita dikenal. Bukan tentang pengaruh kita besar. Bukan tentang posisi kita tinggi. Tetapi tentang satu hal: Apakah Yesus semakin terlihat melalui hidup kita?
Kebangkitan Kristus adalah peristiwa sejarah penting, namun lebih dari itu adalah dasar pengharapan yang hidup bagi umat Tuhan di sepanjang zaman.
Pemuridan yang sejati kembali pada teladan Yesus : dilakukan dalam kelompok kecil, melalui relasi yang hidup, lintas generasi, dan relevan dengan realitas umat.
Seruan doa atas konflik bersenjata yang terjadi di Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi eskalasi konflik yang semakin meluas.
Setiap orang merindukan hidup yang berhasil, bermakna, dan menghasilkan sesuatu yang baik. Kita ingin melihat keluarga diberkati, pelayanan berdampak, dan kehidupan yang memuliakan Tuhan.
Dalam kepedulian gereja atas mandat Tuhan bagi pemeliharaan ciptaan, gereja menegaskan bahwa kita tidak dapat bersikap netral ketika keputusan pembangunan berimplikasi langsung terhadap kehidupan ciptaan yang dipercayakan Allah kepada manusia.
Krisis ekologi yang kita hadapi pada hakikatnya adalah krisis spiritual, yang berakar pada keserakahan dan penyembahan berhala. Bagi banyak orang Kristen, krisis ini juga diperparah oleh pemahaman yang dangkal mengenai kedaulatan Kristus dan cakupan Injil
Sebagai respons teologis terhadap krisis ekologi global yang semakin mendesak, gereja dipanggil untuk menegaskan kembali bahwa Injil Yesus Kristus adalah kabar baik bukan hanya bagi manusia, tetapi bagi seluruh ciptaan.
Di tengah situasi ketika bencana terjadi, gereja dipanggil bukan hanya untuk bersimpati, tetapi untuk menghadirkan kasih Allah secara nyata—melalui tindakan kasih dan pemberitaan Firman Tuhan.
Mengenal kepemimpinan "Grinch" yang muncul dalam pelayanan di Gereja, yakni munculnya Grinch Rohani salah satunya dengan membuat orang percaya bahwa kehilangan sukacita Injil adalah bagian dari kekudusan.