Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
“Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.” (2 Korintus 3:5)
Kita menyadari bahwa Tuhan sendirilah yang memberi kesanggupan kepada kita untuk melayani Dia. Bukan dari diri kita sendiri. Hal demikian yang ada pada pikiran Rasul Paulus, ketika ia mengatakan, “… kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Istilah “sanggup/kesanggupan” beberapa kali digunakan Paulus dalam surat-suratnya. Kata ini dalam bahasa Yunani “hikanos” mempunyai beberapa arti, antara lain: sanggup, kompeten, kapabel, kemampuan, kecukupan kompetensi, berkualitas atau proper. Walaupun Paulus merasakan beban berat dalam melaksanakan tugas pelayanannya seperti yang ia katakan dalam 2 Korintus 2:16, namun ia tetap meyakini bahwa ia sanggup melaksanakannya, karena Tuhan yang memberi kesanggupan kepadanya. Keyakinan Paulus ini nampak dalam 2 Korintus 3:6, “Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, …”
Dalam kalangan gereja atau lembaga pelayanan sangat sering dilihat bahwa pencapaian suatu keberhasilan atau prestasi akan langsung dikaitkan dengan kesanggupan orang-orang. Apakah itu pendetanya, pengurus gerejanya, orang “berkharisma” atau orang “berpengaruh” tertentu. Walaupun ada peran yang besar dari orang-orang yang terlibat dalam pencapaian suatu keberhasilan dalam gereja maupun lembaga pelayanan, namun seharusnya tiap-tiap orang itu haruslah berpikiran seperti Paulus. Paulus bukan merasa cukup dengan dirinya sendiri sehingga ia menganggap diri sanggup melakukan apa pun, tetapi kesanggupannya adalah pekerjaan Allah sendiri.
Sejak kita percaya kepada Tuhan Yesus, Ia melibatkan kita dalam pelayanan. Ketika kita melayani, maka Ia melalui Roh Kudus memberikan kita karunia-karunia dan berbagai kapasitas serta berbagai kemampuan yang diperlukan untuk melayani. Oleh karena itu apapun kesanggupan kita melayani, semuanya itu adalah pemberian Tuhan. Tetaplah rendah hati.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII