Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran. Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:18-21)
Yohanes 17:21 adalah bagian dari doa Tuhan Yesus yang sangat sering menjadi dasar pembahasan tentang “keesaan gereja”. Gereja harus menjadi satu sama seperti Bapa dan Yesus adalah satu. Pemahaman keesaan gereja tentu dilatarbelakangi oleh pemahaman karena kehadiran gereja-gereja dimana-mana dan dari berbagai latar belakang budaya. Namun kita tidak cukup membangun pemahaman keesaan gereja hanya sampai disini saja.
Bagi kaum Injil, bagian dari doa Tuhan Yesus ini adalah berkaitan dengan pengutusan gereja ke dalam dunia (ay. 18) dan pemberitaan Injil (ay. 20). Bahwa kehadiran gereja dimana-mana dan dari berbagai latar belakang budaya adalah karena gereja melaksanakan pengutusan Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia.
Dengan kata lain: “Gereja ada karena Misi”
Oleh karena itu ketaatan gereja untuk mengupayakan keesaan gereja harus juga berjalan berbarengan dengan ketaatan gereja melaksanakan misi Amanat Agung Tuhan Yesus atau pemberitaan Injil sampai ke ujung-ujung bumi. Bagi kaum Injili, gereja seharusnya lebih dahulu atau memprioritaskan melaksanakan pemberitaan Injil ke seluruh ujung bumi dan diikuti mengupayakan kesatuan gereja-gereja. Gereja yang esa tidaklah bersifat kesatuan organisasi tetapi kesatuan gereja sebagai tubuh Kristus. Gereja milik Kristus adalah gereja yang memiliki berbagai perbedaan namun satu sebagai tubuh Kristus. Dan Tuhan Yesus tidak menghilangkan perbedaan dalam gereja sampai konsumasi (consummation) keselamatan kekal.
“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: ‘Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!’" (Wah. 7:9-10)
Oleh karena itu moto PGLII, “Dipanggil Untuk Bersekutu Dan Memberitakan Injil” harus terus mewarnai kaum Injili di Indonesia.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII