Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
1 Korintus 9:18 (TB2) Jika demikian, apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
"Godaan terbesar pada pelayan Kristus masa kini dan yang akan datang; Mamon, Materislisme, Hedonisme, Konsumerisme"
Mengapa saya bangga berada di tengah kalangan Injili? Pertama, karena "visi" dan "teladan" para tokoh Injili di Indonesia, antara lain di PGLII (PII), telah memberi teladan moral yang terbuka, melayani bertahun-tahun bahkan puluhan tahun selalu menjaga nilai-nilai, antara lain: "Saya tidak menerima gaji, namun terus beritakan Injil" atau "Saya tidak pernah meminta gaji di PII/PGLII, dan Tuhan Yesus tetap berkati kehidupan saya dan keluarga". Saya percaya, nilai-nilai Injili itulah yang telah menjaga gereja dan lembaga Injili, termasuk PGLII sehingga terus berkembang. Jika nilai-nilai itu sampai hilang, semua yang dibangun puluhan tahun runtuh sekejap. Nilai-nilai itu termasuk berani mengambil sikap, berani bersuara tegas, berani membela, berani bertindak meski taruhannya dianggap berbeda.
Kedua, saat mengunjungi tempat Training Center dan Retreat the Cove Billy Graham di Asheville, North Caroline, 2016, dan melihat berbagai dokumen dam foto sejarah panggilan dan perjalanan panggilan dan penginjilan kehidupan Billy Graham, berbicara dari berbagai potongan cerita, keluarga yang sederhana, tidak meminta gaji atau bonus di setiap penginjilannya. Saat Rev. Billy Graham yang dipercaya untuk memimpin perumusan "XV Patokan Alkitabiah Untuk Para Penginjil" di Amsterdam '86. Di berbagai Pernyataan Rumusan dibacakan, "Dengar suara keras saya membacakan Pernyataan berikut": "Kami menanggapi panggilan Allah kepada pelayanan penginjilan yang Alkitabiah, dan menerima tanggung jawab kami yang serius untuk memberitakan Firman itu kepada semua bangsa sebagaimana Allah memberi kesempatan"
Kejahatan yang merajalela di dalam gereja atau berbagai pelayanan Kristen, adalah banyak pemimpin Kristen mengabdi pada Mamon, sangat materialis, hedonis dan konsumeristis yang "memperalat Injil, penginjilan, pelayan untuk mendapat uang dari jasa-jasanya!". Penginjil yang diproklamasikan dari pertemuan-pertemuan global kalangan Injili, selalu yang dibahas adalah: pengajaran sesat, umat Kristen yang dipersekusi bahkan dibunuh, godaan terhadap penginjil dan tantangan zaman.
Karena itu, jika seseorang meyakini dirinya dipanggil dan dikhususkan oleh Kristus untuk beritakan Injil, "pergi ke seluruh bangsa..." mengapa ada kekuatiran akan makan dari mana. Camkanlah hal ini: 1) Penginjil hidup dari pemberitaan Injil, 2) Siapa pun yang mengasihi dan melayani Tuhan Yesus secara totalitas, tidak akan membuat dia kelaparan bahkan anak cucunya menjadi peminta-minta sedekah. Paulus menegaskan (pasti statement firman Tuhan ini tidak begitu disukai), bahwa upah bagi penginjil adalah memberitakan Injil tanpa upah!. Berat ya..?
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Ketua Majelis Pertimbangan PGLII