• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

SUKACITA INJIL - EVANGELII GAUDIUM

Kisah Para Rasul 13:52 (TB2) Murid-murid tetap penuh dengan sukacita dan Roh Kudus.

"Sukacita Injil adalah sukacita yang baru, dan itu sukacita yang dibagikan"

 

Ketika Paulus dan Barnabas mengalami pengusiran dan penganiayaan, seperti apa situasi para murid-murid? Kecewa? Mundur? Jawabnya tidak! Para murid memiliki karakter Kristus tidak mundur, mereka tetap penuh dengan sukacita Injil dan Roh Kudus.

Teladan yang ditunjukkan para murid baik juga untuk dijadikan teladan.

Karena itu, setiap orang yang hidupnya berpadanan dengan Injil dan digerakan Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil, tidak saja memiliki komitmen dan roh yang menyala-nyala untuk pergi mensyiarkan Injil tersebut, tetapi ia juga memiliki sukacita Injil untuk terus menerus setia beritakan Injil, tanpa harus bergantung kepada pemimpinnya.

Ketika para pimpinan lembaga gerejawi aras nasional mengadakan pertemuan di gedung KWI, Jakarta, beberapa tahun lalu, saya meminta buku dengan judul "Evangeli Gaudium  - Sukacita Injil*, 2013, ditulis oleh Paus Fransiskus, Pemimpin Tertinggi Gereja Katolil, sebagai "Seruan Apostolik, 2013, untuk para Uskup, Imam, dan Diakon, Kaum Religius, Serta Umat Beriman Tentang Pewartaan Injil Kepada Dunia Dewasa Ini", antara lain tertulis,

1.   Sukacita Injil memenuhi hati dan hidup semua orang yang menjumpai Yesus. Mereka yang menerima tawaran penyelamatan-Nya dibebaskan dari dosa, penderitaan, kehampaan batin dan kesepian. Bersama Kristus sukacita senantiasa dilahirkan baru. Dalam Seruan ini saya ingin mendorong umat Kristiani untuk nengawali bab baru evangelisasi yang ditandai oleh sukacita ini seraya menunjukkan jalan-jalan baru bagi perjalanan gereja di tahun-tahun mendatang .

2.   Bahaya besar dalam dunia sekarang ini, yang diliputi oleh konsumerisme, adalah kesedihan dan kecemasan yang lahir dari hati yang puas diri namun tamak, pengejaran kesenangan yang sembrono dan hati nurani yang tumpul. Ketika kehidupan batin kita terbelenggu dalam kepentingan dan kepeduliannya sendiri, tak ada lagi ruang bagi sesama, tak ada tempat bagi si miskin papa. Suara Allah tak lagi didengar, sukacita kasih-Nya tak lagi dirasakan, dan keinginan untuk berbuat baik pun menghilang. Ini bahaya besar bagi kaum beriman juga. Banyak orang menjadi korban; dan berakhir dengan rasa benci; marah dan lesu. Itu bukan jalan hidup yang dipenuhi martabat; ini bukanlah kehendak Allah bagi kita, juga bukan hidup dalam Roh yang bersumber pada hati Kristus yang bangkit.

Dua point dari Evangelii Gaudium yang saya cuplik menegaskan, setiap pemberita Injil memiliki sukacita Injil yang menyelamatkan dan melahirbarukan seseorang karena dikerjakan oleh Roh Kudus, dan pemberita Injil tahu bahwa sukacita Injil itu sukacita baru yang dibagikan-bagikan di tengah situasi yang tergesur konsumerisme, ketamakan dan pengejaran yang sembrono. Damai itu terjadi ketika seseorang telah dibenarkan dan hidup dalam Krustus.

Adakah sukacita Injil itu masih dimiliki?

 

Salam Injili

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

Ketua Majelis Pertimbangan


ID EN