Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
“dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (Wahyu 1:18)
Yesus telah bangkit dari kematian dan Dia hidup selama-lamanya. Kebangkitan Kristus bukan hanya berarti Ia hidup, tetapi Ia adalah Yang Hidup (Yun: “ego eimi ho zon)” dalam arti (1) Ia pemilik hidup (Yoh. 5:26); (2) pemberi hidup (Yoh. 6:33); (3) pemimpin/perintis kepada hidup (Kis. 3:15); dan hidup itu adalah hidup kekal.
Satu pihak Yesus mempersonifikasikan Yang Hidup, namun pada saat yang sama Ia juga mengatakan: “Aku telah mati.” Ia telah mati berbicara tentang peristiwa sejarah saat Ia mati di salib sebagai kurban, sesudah itu Ia dikuburkan. Mungkin ada orang yang menganggap bahwa hal ini kontras karena Dia adalah Yang Hidup, tetapi Ia menyerahkan tubuhNya kepada kematian atau maut. Namun sebenarnya terjadi hal yang luar biasa, ternyata Ia bangkit dari kematian. Dari hal-hal tersebut dapat dimengerti bahwa peristiwa kematian Yesus yang kemudian disusul dengan kebangkitanNya itu adalah dalam rangka Ia menaklukkan maut. Dalam Ibrani 2:14 dikatakan, “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.”
Yesus yang telah menang atas maut dan kubur melalui kebangkitanNya memiliki kunci maut dan kerajaan maut (hades). Istilah memegang kunci berarti memiliki kuasa dan otoritas. Istilah kunci itu sendiri adalah sebagai alat pembuka. Yesus yang telah bangkit memiliki kuasa dan otoritas atas maut dan hades (genetif subyektif), serta kunci untuk membukanya (genitif obyektif). Maut berbicara tentang kondisi, sedangkan hades berbicara tentang tempat.
Dalam kitab Wahyu maut dan hades sering dipersonifikasikan. Maut dan hades amat berkuasa, karena dalam Wahyu 6:8 tertulis, “Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.” Namun Yesus yang adalah pemegang kunci maut dan kerajaan maut, serta yang dapat membukanya, akan mengakhiri kuasa maut dan kerajaan maut pada saat kedatanganNya yang kedua kali, dengan melemparkan keduanya ke dalam lautan api. Wahyu 20:14 mengatakan, “Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.”
Setiap orang percaya yang menghadapi maut sebelum Yesus kembali, ia tidak lagi pergi ke hades tetapi pintu gerbang surga (bersama-sama Yesus). (Fil. 1:23) Orang-orang kudus yang nama-nama mereka tertulis di Kitab Kehidupan akan selamanya bersama Kristus. (Wah. 21:21:26-27) Puji Tuhan!
Marilah kita terus memberitakan Injil, supaya ada orang lain yang menjadi percaya kepada Yesus, sehingga mereka tidak masuk dalam kerajaan maut dan terbuang ke dalam lautan api.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII