Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
AD PGLII Pasal 6 Usaha:
Untuk mencapai Tujuan seperti tersebut di atas, maka PGLII berusaha:
1.Membela dan meneguhkan teologi dan etika Injili sesuai kemurnian asas Injili berdasarkan Alkitab.
Yesus mengatakan, "Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya..." (bdk. Mark 10:45 TB2).
Namun mengapa begitu banyak, bahkan sering ditemukan, pemimpin gereja atau lembaga yang menampilkan gaya kepemimpinan dan pelayanan jauh dari teladan seperti yang Yesus ucapkan dan lakukan?
Bukan rahasia lagi dan mudah saja ditemukan, pemimpin Kristen yang "begaya boss", sering beri perintah ketimbang beri teladan bahkan tampil sebagai pemimpin yang melayani sebagai hamba (servant leader). Betapa menyedihkan ketika seorang pemimpin yang memiliki jabatan puncak malah ingin dilayani, ingin diutamakan dan ingin dikhususkan.
Maka, tidaklah heran ketika diadakan pemilihan pemimpin pucuk, untuk jabatan, situasinya pemilihan jauh dari etika Injili bahkan nilai-nilai yang seharusnya kelak diwariskan secara estafet. Ketika akar-akar kepemimpin itu ingin dilayani dan merasa diri adalah tuan besar, maka seluruh kepemimpinannya sebelum berakhir di masa tugasnya dianggap gagal.
PGLII terus menerus, dari sejak berdirinya, menekan prinsip yang sangat mendasar, bahwa jabatan yang diemban seseorang di PGLII karena yang bersangkutan dipilih dan dipercaya oleh Kristus untuk mengemban suatu tugas yang mulia, ejahwantahkan Amanat Agung.
Hal yang lazim terjadi dimanapun, ketika suatu lembaga semakin dikenal dan memiliki pengaruh, maka yang berminat untuk menduduki jabatan tersebut akan berupaya untuk mendapatkannya. Tentu saja, jika pemimpin itu telah dipilih, ia wajib meniru teladan Yesus yaitu, bertindak sebagai pemimpin yang melayani, tugasnya dikerjakan lebih banyak dari siapa pun. Jika anggota di kepengurusan berkerja sesuai kategorialnya, pemimpin akan mengerjakan seluruhnya. Ia tidak keberatan mengunjungi dan membela anggota-anggota. Pemimpin Injili siap memberi waktunya dalam satu hari selama 48 jam.
Jabatan bukan segala-galanya, apalagi untuk mencari hormat manusia, mewujudkan kepentingan sendiri dan berjuang agar ia dipuji di sepanjang waktu. Yesus menegaskan, Ia datang untuk melayani dan beri nyawa-Nya, maka pemimpin dan seluruh pengurus PGLII siap melayani 24 jam, rela berkorban dan bayar harga, tetap melayani sebagai pemimpin yang melayani, untuk mencapai Tujuan PGLII, dan menyelesaikan tugasnya sampai garis akhir dengan gemilang. Tidak pernah ada jabatan yang kekal dalam dunia ini, karenanya etika Injili wajib diimplementasikan dalam segala hal, sehingga setiap orang yang dilayani memahami itulah yang Yesus telah lakukan.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII