Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:25-26)
Dalam teks kedua ayat di atas mencatat sejarah tentang murid-murid Tuhan Yesus untuk pertama kalinya disebut Kristen. Namun, walaupun saat itu Barnabas dan Paulus melayani di Antiokhia, mereka bukanlah perintis Jemaat di Antiokhia. Jemaat Antiokhia terbentuk adalah hasil pemberitaan Injil oleh beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang telah percaya yang datang ke Antiokhia (Kis. 11:20) Mereka pun adalah hasil pelayanan pemberitaan Injil oleh orang-orang percaya yang tersebar karena penganiayaan sesudah kematian Stefanus. Sebab, akibat penganiayaan itu orang-orang percaya tersebar hingga ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia memberitakan Injil. (Kis. 11:19)
Barnabas datang ke Antiokhia diutus oleh Jemaat Yerusalem, setelah mereka mendengar banyaknya orang bukan Yahudi yang telah menjadi percaya di Antiokhia. Kemudian Barnabas membawa Paulus untuk bersama-sama melayani dan mengajar Jemaat Antiokhia tersebut. Cara hidup orang-orang percaya di Antiokhia setelah menerima pengajaran Barnabas dan Paulus, serta pemberitaan mereka tentang Yesus Kristus, menyebabkan mereka disebut (Yun) “Christianos” artinya pengikut Kristus.
Dari hal-hal tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa oleh pemberitaan Injillah Jemaat Antiokhia terbentuk dan merekalah yang pertama kali disebut orang Kristen. Oleh karena itu, jika orang menyebut dirinya Kristen atau kekristenan itu sendiri adalah tidak terlepas dari pemberitaan Injil. Jika seseorang menyebut dirinya Kristen tetapi ia tidak mau memberitakan Injil, ia tidak memahami asal usul dan identitasnya.
Orang Kristen harus memberitakan Injil.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII