Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Ayub 5:10 (TB2) Ia menurunkan hujan ke atas muka bumi dan mengirimkan air ke atas ladang
"Ketika bumi mengalami kebangkrutan air, babak perang baru antar negara akan terjadi dengan isu memperebutkan air!'
Menurut data Worldometer, jumlah penduduk dunia kini mencapai sekitar 8,3 miliar orang. Namun 37% populasi penduduk dunia, yaitu kurang lebih 2,2 miliar orang, tidak memiliki akses terhadap air bersih maupun layanan air bersih.
Keadaan ini disebut oleh para pakar sebagai "Kebangkrutan air global"
Kebangkrutan air global (global water bankruptcy) adala, dimana umat manusia menggunakan cadangan air jauh lebih banyak dan lebih cepat, daripada kemampuan alam untuk memulihkan atau mengadakannya. Para pakar menghitung "by data dan fakta", bahwa sekitar 75% penduduk dunia saat ini tinggal di negara-negara mengalami kerentanan pengadaan air.
Hal itu dapat terlihat dari penyusutan lebih dari separuh danau besar dunia, dan lenyapnya cadangan-candangan air yang selama ribuan tahun telah menjadi sumber kehidupan umat manusia selama ini.
Akibatnya kelangkaan air, secara global mengalami ketimpangan yang sangat lebar di antara negara-negara yang masih memiliki candangan air dan dengan yang tidak.
Perhatikanlah, air tanah yang berada di perkotaan atau pabrik-pabrik pengelola, secara tanpa henti mengambil air tanah, yang mengakibatkan cadangan air di tanah semakin habis. Kalaupun suatu kita terjadi banjir, air banjir tersebut belum dapat direkayasa untuk kembali masuk ke tanah bumi.
Akibat pemanasan global (global warming) bukan saja sungai dan danau mengering, puncak-puncak gunung yang selama ribuan tahun berdiri tertutup salju, kini salju pun mulai menghilang.
Ayub mengatakan bahwa Tuhan lah yang menurunkan hujan ke atas bumi dan mengirim air ke atas ladang, maka bumi menjadi subur. Masalah yang dihadapi umat manusia, ketika jumlah umat manusia bertambah banyak melalui angka kelahiran yang tinggi, hutan-hutan pelindung lenyap, danau dan sungai mengering, sumber-sumber air menghilang, penduduk dunia akan saling berperang demi air.
Akhirnya simaklah, total candangan air di Bumi secara keseluruhan tetap dan tidak akan habis karena adanya siklus hidrologi (siklus air), yaitu sekitar 1,36 miliar kilometer kubik atau setara 326 juta mil kubik. Namun, dari jumlah total tersebut, porsi air yang benar-benar bisa digunakan umat manusia di bumi sebagai air bersih atau air tawar sangat terbatas, dan cadangannya dari waktu ke waktu semakin menipis akibat eksploitasi berlebih serta perubahan iklim.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII