• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

REALISASINYA DAPAT TERTUNDA TAPI JANJI DAN JAMINAN ALLAH ITU PASTI

 

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. (Ibrani 11:8)

 

 

Abraham telah menjadi teladan bagi kita, tentang bagaimana menantikan janji-janji Tuhan dengan setia dan taat. Ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan menjadi milik pusakanya, ia tetap berangkat walaupun ia tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Ia bersedia berjalan bersama Allah, namun tidak mengetahui lokasi tujuan yang ditetapkan Allah. Ia juga tidak segera melihat realisasi dari apa yang dijanjikan Allah. Bahkan hingga kematiannya, ia pun tidak mengalaminya. Karena yang menerima perwujudan janji Allah kepada Abraham adalah keturunannya, yaitu bangsa Israel. Merekalah mendiami tanah perjanjian itu.

 

Orientasi Abraham adalah kepada janji dan jaminan Allah, dan bukan segera melihat wujud janji Allah itu. Seperti itulah teladan Abraham dan tokoh-tokoh iman dalam hal beriman. Karena tertulis dalam Alkitab, “Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya…” (Ibr. 11:13)

Abraham tahu bahwa Allah telah memanggilnya dan telah memberi sebuah janji. Hal itu cukup baginya. Karena dalam Roma 4:20-21 tertulis, “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.” Ia bersedia mempercayakan masa depannya kepada Tuhan. Allah memberi jaminan bahwa janji itu akan terwujud, maka Abraham mengambil risiko, ia pergi menaati panggilan Allah dengan berani.

 

Marilah kita tetap setia kepada Tuhan menaatikan janji-janjiNya. Ia tidak pernah lupa untuk menepati janjiNya dan sekaligus Ia menjamin bahwa Ia pasti dapat melaksanakan apa yang Ia janjikan. Kita memiliki jaminan Tuhan Yesus untuk menerima janji-janji Allah. “Sebab Kristus adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ‘Amin’ untuk memuliakan Allah.” (2 Kor. 1:20)

 

“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil!”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII


ID EN