• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

KITA ADALAH PENJAGA YANG MENYUARAKAN PERINGATAN TUHAN

 

Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.  Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. (Yehezkiel 3:17-18)

 

Penjaga dalam PL adalah berkaitan dengan fungsi seorang nabi Tuhan. Bukan hanya nabi Yehezkiel yang disebut penjaga, nabi Habakuk pun juga digambarkan sebagai penjaga yang berada di menara yang menantikan Firman Tuhan. (Hab. 2:1)

Tugas seorang penjaga adalah: (1) Memberi peringatan tentang situasi yang akan terjadi di sekitar umat Tuhan. (2) Mendengar Firman Tuhan yang di alamatkan kepada umat Tuhan. (3) Berbicara secara akurat kepada umat Tuhan, agar Firman Tuhan sampai kepada umat-Nya.

Seorang penjaga bertugas menyampaikan peringatan Tuhan bagi bangsanya, agar bangsanya hidup dalam ketaatan terhadap kebenaran Allah. “Message” utama penjaga umumnya menyampaikan peringatan serius tentang konsekwensi dosa umat Tuhan, sebagaimana ayat-ayat di atas. Penyampaian message itulah yang menjadi fokus seorang penjaga. Yang terutama bagi seorang penjaga adalah bagaimana message dari Allah sampai kepada umat-Nya. Urgensi message Allah harus sampai kepada umat-Nya adalah karena Allah tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Ia berkenan kepada pertobatan mereka supaya mereka hidup. “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?” (Yeh. 33:11) Agar orang-orang fasik beroleh hidup, mereka harus mendengarkan peringatan Firman Tuhan, melalui penjaga. Dalam PB pun Tuhan menghendaki jangan ada orang yang binasa. “… karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2 Petrus 3:9b)

Penegasan Firman Tuhan ini adalah sampaikan message tentang peringatan Allah kepada mereka yang jahat, yang akan menerima hukuman mati, supaya mereka berbalik dan hidup. Namun apapun respon mereka, apakah mereka berbalik dari kejahatannya atau tidak, hal itu bukanlah menjadi tanggung jawab penjaga.

Fungsi penjaga tetaplah berlaku dalam kehidupan gereja Tuhan hingga masa kini. Kita telah dipanggil juga untuk menjadi penjaga yang memberitakan Injil keselamatan dalam Kristus, supaya orang berdosa tidak binasa. Pemberitaan kita dialamatkan kepada orang-orang yang tidak percaya supaya mereka datang dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, dan juga kepada orang benar agar mereka tidak berpaling dari kebenaran dan berbuat dosa lagi. (bd. Yeh. 3:20-21)

Sebagai penjaga, maka tugas kita adalah menyampaikan Injil keselamatan, yang di dalam ada peringatan Tuhan bahwa jika orang berdosa mau berbalik dan percaya kepada Tuhan Yesus maka mereka akan diselamatkan, namun jika orang berdosa tidak mau berbalik dan tidak percaya kepada Tuhan Yesus maka mereka akan menerima hukuman Allah yang kekal. Sampaikanlah peringatan Tuhan ini, supaya banyak orang mendengarnya.

 

“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII


ID EN