• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

JANGAN MEMPUNYAI NAFSU YANG RENDAH SEPERTI ESAU

 

“Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.” (Ibrani 12:16-17)

 

Ketika seseorang lebih mencintai dunia dan kedagingan daripada Tuhan, sesungguhnya ia sedang melakukan perzinaan rohani. Ironisnya, banyak orang Kristen hidup seperti Esau: mengejar kesenangan dunia dan tidak berusaha bertumbuh untuk mengambil bagian dalam kekudusan Allah. Akibatnya, mereka menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga untuk berdamai dengan Allah yang kudus. Allah adalah kudus, maka kita pun harus kudus, sebab ada tertulis: “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Ptr. 1:16).

 

Kita harus memiliki kecerdasan rohani dan kepekaan, sehingga segala sesuatu yang kita pikirkan, ucapkan, dan lakukan selalu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,” (Fil. 2:5).

Ingatlah, Allah tidak selalu menolerir kelemahan dan kesalahan, sebab pada titik tertentu mereka yang seharusnya dewasa tetapi tetap tidak dewasa akan ‘dipukul dan dihajar’ Tuhan. Firman Tuhan mengatakan, “Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.” (Ibr. 12:9-10)

 

Karena itu, Firman Tuhan mengingatkan kita, “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Ef. 5:15-17)

 

Marilah kita meninggalkan kedagingan dan percintaan dunia. Biarlah kita menjalani perjalanan hidup kita dengan satu kerinduan saja, yaitu merindukan Tuhan. “Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.” (Maz. 73:2)

 

“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII


ID EN