• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

KERJAKANLAH KESELAMATANMU SAMPAI AKHIR

 

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (Filipi 2:12-13)

 

Kita memahami dari ayat-ayat di atas bahwa, setelah orang menerima Yesus dan diselamatkan, maka ia harus tetap mengerjakan keselamatannya. Namun ada pertanyaan, bukankah Allah yang mengerjakan itu di dalam orang tersebut?

Ungkapan “kerjakan” dalam ayat 12 ini diterjemahkan dari kata Yunani ‘katergazesthe’, yang tepatnya berarti:  “finish it” atau kerjakan sampai tuntas, dan juga dapat berarti bekerja secara menyeluruh pada suatu hal. Sementara itu, frasa “Allahlah yang mengerjakan” pada ayat 13, untuk kata “mengerjakan” diterjemahkan dari kata Yunani ‘energeō.’ Pengertian “energeō”, yang berarti mengeluarkan energi atau daya kerja. Artinya Allah yang memberikan energi atau daya kerja. Jadi, Allah telah memberi energi, tetapi manusialah yang harus mengerjakannya. Jika kita tidak mengerjakan, energi itu tidak bekerja. Oleh karenanya, harus ada respons dari pihak manusia.

Orang percaya telah memiliki status sebagai orang yang telah diselamatkan. Oleh karena itu melalui Roh Kudus, Allah terus memberi energi kepada orang percaya untuk terus menerus mengerjakan keselamatan sampai tuntas. Mengerjakan keselamatan artinya suatu perjuangan menyatakan/membuat keselamatan dalam Yesus itu menjadi suatu realitas dalam kehidupan sehari-hari hingga ia dipanggil pulang. Orang percaya harus mengupayakan memelihara keselamatannya, dengan melakukan semua hal yang harus dilakukan, dan bertahan di dalam keselamatan itu sampai akhir. Dengan hal itu dapat terlihat nyata bahwa ia adalah benar-benar orang yang telah diselamatkan.

Banyak orang Kristen berpikir bahwa mereka sudah diselamatkan, lalu menjalani hidup secara wajar seperti manusia lain pada umumnya, tanpa perjuangan yang memadai untuk mewujudnyatakan keselamatan itu dalam kehidupannya sehari-hari. Sesungguhnya orang seperti ini tidak memahami secara benar arti ia telah diselamatkan.

Satu hal yang akan tampak pada orang-orang yang mengerjakan keselamatan adalah ia terbeban memberitakan Injil keselamatan itu bagi mereka yang belum percaya. Ia melakukannya karena ketaatan kepada kehendak Tuhan Yesus.

 

“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII


ID EN