Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Amos 3:8 (TB2) Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"
Naftali Bennet, Perdana Menteri Israel, PM Pengganti Yair Laid, saat berbicara di Sidang Umum PBB, menyampaikan kalimat sederhana, "Kami Israel, bangun tidur untuk hidup!".
Ada suatu alasan kuat mengapa Naftali Bennet mengucapkan kalimat seperti itu. Alasan utamanya, karena ada juga negara-negara lain yang punya sikap, "Kami bangun tidur untuk melenyapkan Israel!"
Israel adalah bangsa yang dapat dibilang belum pernah berhenti berperang. Dari Israel yang tercatat di dalam Alkitab hingga Israel pasca kemerdekaannya pada tahun 1948. Bahkan saat kemerdekaannya baru diraih, bangsa ini mendapat serangan besar-besaran dari beberapa negara besar di sekitarnya. Di antaranya yang dikenal adalah Perang Enam Hari, Perang Yom Kippur, yang di atas kertas negara kecil ini seharusnya sudah lama lenyap dari peta bumi. Namun ternyata tidak, hingga hari ini masih tegak berdiri meski harus terus berperang.
Semangat hidup dari bangsa Israel, bangsa yang dibenci banyak bangsa (anti semitisme), dengan jumlah penduduknya masih di bawah jauh dari jumlah penduduk kota Jakarta, terus dibangun, yaitu: "Kami bangun tidur untuk hidup!".
Baik secara sejarah, politis dan teologis, bangsa Israel tidak bediri begitu saja secara tunggal. Pernyataan Nabi Amos, "Singa (Yehuda) telah mengaum" ingin membuktikan bahwa bangsa ini selalu dinaungi Singa Yehuda, yaitu Yesus Kristus yang tak terkalahkan. Wahyu 5:5, menegaskan "Jangan engkau menangis! Sesungguh, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang ...".
Mari kita merenungkan sebentar kalimat pendek ini, "Setiap kali kita bangun tidur apakah yang menjadi tujuan kita?"
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII