• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

PEMISAHAN GEREJA DENGAN KITAB SUCI

 

Matius 22:29 (TB2)  Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

 

Suatu masalah yang kerap tidak disadari para pemimpin gereja, bahwa bahasa dan isi khotbah yang disampaikan di ibadah Kristen, sering kali tidak dipahami oleh jemaat.

 

Para pemimpin gereja, gembala, pendeta, penginjil tentu sangat memahami teks-teks Kitab Suci sementara jemaat sangat terbatas pengetahuannya.

 

Adanya teknologi AI (Akal Imitasi) yang terus berkembang cepat, berdampak pula pada era zaman yang ikut berubah cepat, dan salah satu dampak yang paling dirasakan adalah semakin banyak orang Kristen tidak lagi menggunakan Alkitab cetak. Entah siapa yang lebih dulu, gereja atau orang Kristen, tetapi di gereja-gereja (tidak digeneralisir) kini semakin jarang ditemukan Alkitab dalam setiap ibadah. Kalau pun ada argument yang mengatakan orang Kristen justru semakin menekuni pembacaan Kita Suci elektronik, dan semakin beriman, tentulah semua pihak akan mensyukurinya. Namun belum ada bukti bahwa Kitab Suci elektronik jauh lebih mampu menghasilkan iman umat ketimbang Kitab Suci cetak.

 

Maka, ada dua persoalan besar yang kini dihadapi; Jemaat yang tidak memahami bahasa pengkhotbah yang terlalu teologis dan jauh dari realita kehidupan; dan hilangnya Kitab Suci di dalam gereja tempat umat Kristen beribadah kepada Tuhannya.

 

Perenungannya, Kitab Suci atau Alkitab bukan sekedar sebuah buku, ia adalah firman Tuhan. Tepatnya, Alkitab adalah firman Tuhan! Yaitu, Allah yang menyapa manusia dan manusia yang mendengarnya. Jika, Kitab Suci hilang di mimbar dan bangku-bangku gereja, "Siapakah yang berbicara kepada umat dan siapalah yang didengar jemaat?".

 

Yesus mengkritik adanya umat Tuhan yang sesat karena tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Coba, bayangkan sejenak, jika hari-hari ini orang-orang Kristen tidak lagi membaca dan menyelidiki isi Alkitab, apakah ia masih bertatus orang benar atau orang-sesat?

 

Salam Injili

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII


ID EN