Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. (Yohanes 9:4)
Sebenarnya tidak ada yang dapat disebut hamba Tuhan itu “freelancer” atau dengan apa yang disebut “penginjil mandiri”. Ketika seseorang melayani secara “freelance” atau “penginjil mandiri”, yang ia maksudkan adalah ia tidak terikat pada lembaga gereja atau lembaga pelayanan. Namun tentu ia terikat pada Tuhan Yesus yang mengutus dia.
Tuhan Yesus dalam masa inkarnasiNya, menempatkan diri terikat dan mengerjakan pekerjaan BapaNya. Yesus mengatakan, “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku.” Istilah Yunani: “ergazesthai ta erga tou pempsantos” dalam pengertian menjadikan pekerjaan Bapa yang mengutusNya adalah pekerjaanNya.
Demikian bagi kita yang melayani, kita tidak pernah “freelancer”, tetapi kita terikat Tuhan Yesus yang mengutus kita. Kita mengikat pekerjaan yang kita lakukan adalah pekerjaan Kristus. Sama seperti Tuhan Yesus menempatkan diri-Nya di bawah kewajiban untuk melakukan pekerjaan BapaNya, dan Ia melakukannya dengan segenap tenaga dan ketekunan, maka seharusnya hal demikian yang kita lakukan. Kita tidak cukup hanya melihat pekerjaan atau misi Kristus dan membicarakannya, tetapi kita harus melakukannya.
Ketika Tuhan Yesus mengikat diri pada pekerjaan BapaNya, Dia juga mengikat diriNya pada komitmen untuk menyelesaikan pekerjaanNya dalam waktu yang singkat, sampai waktunya Ia naik ke Surga. Yesus mengatakan, “… mengerjakan pekerjaan Dia… selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Kita pun harus memiliki pemikiran demikian. “Selama masih siang dan akan datang malam” untuk kita saat ini dapat kita mengerti dalam berbagai pengertian sesuai dengan konteksnya. Dapat dimengerti sebagai pertimbangan akan kematian yang mendekat; atau kedatangan Tuhan Yesus yang kedua mendekat; atau dalam era kebebasan memberitakan Injil; dlsb. Kesadaran akan hal ini seharusnya mendorong kita untuk memanfaatkan semua kesempatan dalam hidup kita, untuk mengerjakan pekerjaan yang Tuhan percayakan. Akhir waktu itu pasti akan datang dan semakin mendekat, mungkin akan datang secara tiba-tiba. Ketika waktu itu tiba, waktu bekerja selesai dan kita tidak dapat bekerja lagi. Setelah waktu bekerja habis, kita harus menunjukkan atau mempertanggungjawabkan pekerjaan kita. Maka kita akan menerima sesuai dengan apa yang telah kita lakukan.
Marilah kita bekerja atau memberitakan Injil dengan segenap tenaga dan ketekunan selama masih siang, akan datang malam dimana kita tidak dapat melakukan pekerjaan kita! Tuhan Yesus menyertai kita.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Ketua Umum PP PGLII