Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Panggilan untuk Bertindak Segera (Urgent Action)
1. Relasi Baru dengan Dunia Ciptaan Allah
Kami mengakui bahwa krisis ekologi yang kita hadapi pada hakikatnya adalah krisis spiritual, yang berakar pada keserakahan dan penyembahan berhala. Bagi banyak orang Kristen, krisis ini juga diperparah oleh pemahaman yang dangkal mengenai kedaulatan Kristus dan cakupan Injil. Oleh karena itu, kami menyerukan suatu pembaruan pemahaman tentang nilai hakiki bumi dan makhluk non-manusia sebagai ciptaan Allah, yang dipelihara dan ditebus oleh Kristus.
Kami mengajak umat Kristen di seluruh dunia untuk mempelajari dan menikmati dunia ciptaan Allah, dengan mengakui bumi sebagai rumah bersama kita, serta menerima ketergantungan kita pada pemeliharaan Allah melalui ekosistem tempat kita menjadi bagian di dalamnya. Kami menerima peran manusia—yang diciptakan menurut gambar Allah—untuk memberikan kepemimpinan di tengah komunitas ciptaan melalui pemeliharaan bumi dan segala isinya dengan kerendahan hati dan semangat melayani.
Kami menyerukan agar semua orang Kristen, dalam kehidupan pribadi, gereja, tempat kerja, dan masyarakat, terlibat secara aktif dalam melindungi, memelihara, dan memulihkan habitat serta ekosistem, sebagai wujud pernyataan dan peragaan kedaulatan Kristus, melalui berkembangnya makhluk hidup dan tempat-tempat yang diciptakan bagi kemuliaan Allah.
“Kami menyerukan agar semua orang Kristen, dalam kehidupan pribadi, gereja, tempat kerja, dan masyarakat, terlibat secara aktif dalam melindungi, memelihara, dan memulihkan habitat serta ekosistem, sebagai pernyataan dan peragaan kedaulatan Kristus melalui berkembangnya makhluk hidup dan tempat-tempat yang diciptakan bagi kemuliaan Allah.”
2. Gaya Hidup
Sebagai murid-murid Kristus, kesaksian kita menjadi hampa apabila kita tidak mempraktikkan apa yang kita khotbahkan tentang pemeliharaan ciptaan. Ajaran Yesus dengan jelas memperingatkan bahaya mencintai uang dan menimbun kekayaan, namun gaya hidup banyak orang Kristen nyaris tidak dapat dibedakan dari budaya konsumerisme. Karena itu, kami merekomendasikan Komitmen Injili untuk Gaya Hidup Sederhana dan menyerukan kepada orang percaya di mana pun untuk bertobat dari materialisme, berpaling dari keserakahan, dan berkomitmen pada hidup yang penuh rasa cukup dan pengorbanan.
Berbagi, perhentian Sabat, dan keterhubungan dengan bumi menghadirkan keadilan dan damai sejahtera, serta menjadi kesaksian tentang kecukupan Kristus—terutama ketika kita melayani mereka yang berkekurangan, baik yang dekat maupun yang jauh. Secara khusus, kami mendorong tindakan nyata terkait penggunaan energi, perjalanan berkelanjutan, pengelolaan limbah dan polusi, serta produksi dan konsumsi pangan dan barang-barang konsumsi lainnya (pakaian, teknologi, dan sebagainya). Hidup sederhana dan murah hati seperti Yesus, dalam keadaan apa pun, adalah tindakan pengharapan, ibadah yang penuh sukacita, dan ketaatan yang setia kepada Allah.
3. Gereja dan Organisasi Kristen
Gereja Lokal
Pemeliharaan ciptaan dalam kehidupan gereja berakar terutama pada kerinduan untuk memberitakan dan memperagakan kedaulatan Kristus, sekaligus sebagai respons terhadap krisis ekologi yang mendesak dan dampaknya yang paling berat dirasakan oleh kelompok rentan. Respons kita sebagai anak-anak Allah dimulai dengan ratapan dan doa yang sungguh-sungguh untuk mencari hati Allah bagi dunia-Nya.
Sebagai tubuh Kristus, kita dipanggil untuk merawat ciptaan melalui pengajaran dan ibadah, pemuridan, penggunaan sumber daya, pengelolaan bangunan dan lahan, serta penentuan prioritas misi. Kami menyerukan agar gereja-gereja memasukkan pemeliharaan ciptaan ke dalam seluruh pelayanan dan bagi semua kelompok usia.
Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan formasi teologis (seminari, sekolah Teologi/Alkitab, dan kursus daring) harus secara esensial memasukkan teologi biblika tentang pemeliharaan ciptaan yang terintegrasi ke dalam seluruh kurikulum, disertai pengajaran praktis mengenai respons gereja. Bentuk-bentuk praktisnya bergantung pada konteks, antara lain pengembangan ruang hijau dan kebun komunitas, ibadah di alam terbuka, studi Alkitab dan kurikulum bagi anak dan remaja, perkemahan alam liar, pengurangan limbah dan konsumsi, program daur ulang, pemulihan ruang-ruang lokal, advokasi keadilan iklim, serta kemitraan dengan kelompok komunitas setempat.
Jaringan dan Misi
Kami mendorong gereja-gereja untuk mendukung inisiatif pemeliharaan ciptaan melalui doa dan pendanaan, dengan mengakui bahwa ciptaan termasuk dalam kasih penebusan dan misi Allah, dan karena itu harus menjadi bagian dari misi menyeluruh umat Allah. Secara khusus, kami menyerukan agar "Lausanne Movement" memasukkan pemeliharaan ciptaan dalam seluruh pertemuan dan pernyataannya sebagai bagian integral dari penggenapan Amanat Agung.
Mengingat besarnya krisis yang dihadapi dan mandat penciptaan bagi seluruh umat manusia untuk mencerminkan gambar Allah melalui perawatan ciptaan, gereja global perlu bekerja secara kolaboratif dengan mereka yang berada di luar gereja, mencari titik temu dan bertindak bersama dalam merawat bumi Allah dan segala makhluk-Nya.
4. Tempat Kerja
Pemeliharaan ciptaan merupakan bagian integral dari pemuridan yang menyeluruh dan karena itu berdampak pada setiap bidang dan sektor pekerjaan. Kami menegaskan panggilan ilahi bagi mereka yang bekerja melindungi dan memulihkan tanah, udara, dan perairan—termasuk pertanian regeneratif, kehutanan dan perikanan, konservasi satwa liar dan laut, pengurangan dan pengelolaan limbah, desain berkelanjutan, serta energi terbarukan.
Kami juga mendorong semua orang di dunia kerja—terutama dalam bidang bisnis, kewirausahaan, pendidikan, seni, desain dan konstruksi, politik, sains, teknologi, dan keuangan—untuk menggunakan keterampilan yang dianugerahkan Allah guna bersaksi bahwa bumi adalah milik Tuhan dan segala isinya, dengan memakai sumber daya secara bijaksana, mendaur ulang sebisa mungkin, dan mengupayakan ekonomi sirkular. Kami mengundang kolaborasi dengan pelayanan Business as Mission dan pelayanan dunia kerja dalam mengintegrasikan pemeliharaan ciptaan, dengan mengutamakan kesejahteraan manusia dan keberlangsungan tempat hidup sebelum keuntungan finansial.
5. Komunitas
Allah menempatkan kita di lokasi-lokasi tertentu untuk menjadi berkat bagi kota, komunitas, dan ekosistem tempat kita ditanam. Kerajaan Allah—yang digambarkan sebagai ragi, garam, dan terang—hadir secara transformatif tepat di tempat kita berada. Kita dipanggil untuk mengenal, mengasihi, bekerja, dan berdoa bagi komunitas manusia maupun non-manusia di sekitar kita.
Hal ini dapat diwujudkan secara praktis melalui kegiatan berkebun dan produksi pangan, pengamatan dan pembelajaran tentang satwa liar lokal, serta kemitraan dengan organisasi yang merawat satwa atau mengadvokasi solusi berkelanjutan di tingkat lokal. Keterlibatan Kristen dalam masyarakat sipil—bersama orang-orang dari berbagai latar belakang, di sekolah, kelompok komunitas, dan politik lokal—menjadi sarana untuk terus mengupayakan visi Kerajaan Allah “di bumi seperti di surga”.
6. Masyarakat
Visi Kerajaan Allah melampaui konteks lokal, menjangkau tingkat regional, nasional, dan global. Sebagai orang Kristen, kita seharusnya dikenal karena mengasihi, menghormati, dan melayani sesama—baik yang dekat maupun yang jauh—terutama mereka yang terpinggirkan dan rentan, dengan menyuarakan dan memperjuangkan keadilan, serta secara nyata memperagakan kelestarian alam.
Orang Kristen dapat terlibat dalam perancangan kota, kota kecil, dan desa, karena dalam tatanan ciptaan Allah, manusia dan tempat saling terikat erat. Kita berbagi keprihatinan Allah atas kelayakan kota-kota bagi kesejahteraan manusia dan keberlangsungan ciptaan. Pada tingkat struktural, kita perlu mendorong kebijakan dan sistem ekonomi yang mengakui nilai intrinsik alam, menjaga jasa ekosistem, menghukum pihak yang mencemari dan merusak lingkungan, serta memberi insentif bagi mereka yang memulihkan ciptaan Allah. Sebagai warga dan penduduk, kita dapat berinteraksi dengan para pembuat kebijakan demi menjadikan keberlangsungan alam sebagai tujuan utama.
7. Keprihatinan Ekologi Global
Sebagaimana diakui dalam Jamaica Call to Action (2012), kita sedang berada dalam krisis yang mendesak, genting, dan harus diselesaikan dalam generasi kita. Respons sejauh ini—baik dari komunitas Kristen maupun masyarakat luas—sangat tidak memadai, dan krisis ini memburuk dengan cepat. Kita perlu membicarakan, mendoakan, dan bertindak atas hal ini dalam gereja dan komunitas kita.
Kita telah melampaui sebagian besar Planetary Boundaries yang penting bagi keberlangsungan generasi mendatang. Semua wilayah dunia mengalami dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem, hilangnya keanekaragaman hayati, erosi tanah, tekanan dan pencemaran air, dengan konsekuensi serius bagi pertanian, perikanan, migrasi, serta kesehatan fisik dan mental manusia. Ini adalah krisis ketidakadilan yang mendalam karena paling berat menimpa komunitas termiskin dan negara-negara yang paling sedikit berkontribusi terhadap penyebabnya.
Karena kasih kepada Allah, sesama, dan dunia ciptaan Allah, kami menyerukan dan berkomitmen pada transisi yang cepat dan adil dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan, serta pendanaan iklim yang memadai untuk mitigasi dan adaptasi. Kami mendukung solusi berbasis alam yang menanggapi krisis iklim dan keanekaragaman hayati sekaligus ketidakadilan global yang saling terkait.
Sebagai tuntutan keadilan biblika, suara mereka yang paling menderita akibat kerusakan alam—komunitas terpinggirkan, masyarakat adat, dan mereka yang mata pencahariannya bergantung langsung pada alam—harus berada di pusat diskusi dan solusi. Kami mengundang dialog dan tindakan bersama di antara orang Kristen dan seluruh sesama kita, serta menegaskan banyak sumber daya, teknologi, dan jalan ke depan yang tersedia untuk menangani krisis ini secara mendesak.
“Sebagai tuntutan keadilan biblika, suara mereka yang paling menderita akibat kerusakan alam—komunitas terpinggirkan, masyarakat adat, dan mereka yang mata pencahariannya bergantung langsung pada alam—harus berada di pusat diskusi dan solusi.”
Ajakan Bertindak Segera
“Allah menghendaki agar pemeliharaan kita terhadap ciptaan mencerminkan kasih kita kepada Sang Pencipta.” Dengan kata lain, relasi kita dengan ciptaan mencerminkan relasi kita dengan Allah. Kami memohon agar Roh Kudus membuka mata kita untuk melihat tujuan-tujuan baik Allah bagi ciptaan dalam Kitab Suci (firman Allah) dan untuk peka terhadap erangan ciptaan (dunia Allah).
Kami mengundang gereja secara global—yang hadir di desa, kota kecil, dan kota besar, di tengah orang kaya dan miskin di setiap bangsa—untuk memberitakan kabar baik Allah bagi seluruh bumi, menemukan kembali relasi kita dengan ciptaan, dan berkomitmen pada tindakan yang disertai doa. Kami menegaskan pengharapan alkitabiah kita bagi bumi Allah, yang berakar pada Kristus yang bangkit, buah sulung ciptaan baru. Ciptaan menyatakan dan memperagakan kemuliaan Allah, dan kita dengan sukacita bergabung dalam solidaritas, bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan atas seluruh bumi.
Diterjemahkan dari: https://wea-sc.org/en/new-global-statement-on-creation-care-good-news-for-all-the-earth *DR