Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Ulangan 22:10 (TB2) Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama.
Tentu firman Tuhan tidak sedang membahas perbedaan fisik hewan. Bahwa fisik lembu itu berbeda jauh dengan fisik keledai, meskipun faktanya memang demikian. Tetapi firman Tuhan melalui Nabi Musa sedang membahas dua sifat, sifat lembu dan sifat keledai - yang memang keduanya berbeda.
Lembu kerap dipakai membajak, sedangkan keledai kerap membawa tunggangan beban termasuk manusia.
Lembu adalah hewan yang tenang dan cerdas, ia memiki kesabaran yang prima jika sedang membajak. Sedangkan keledai adalah hewan yang sedikit lebih agresif, terkadang tidak bisa tenang apalagi jika harus membajak.
Maka yang menjadi pertanyaan, mungkinkah lembu itu sama karakternya dengan keledai dapat bekerja sama? Disinilah masalahnya menjadi menarik.
Banyak doktrin kepemimpinan Kristen mengajarkan seorang pemimpin Kristen harus dapat bekerja sama meski memiliki karakter yang berbeda. Bukankah para murid Yesus pun demikian?
Misalnya, Petrus adalah sosok yang sedikit agresif, mudah bereaksi cepat ketimbang berpikir terlebih dahulu, bahkan selalu ingin tampil paling depan, jauh berbeda dengan Andreas yang pendiam, jarang bicara dan dalam banyak hal sangat tenang. Ternyataa, sebagai murid-murid mereka, dan yang lain juga, tetap mampu menjalankan tugas bersama.
Nah, bukankah bagian Peraturan yang Musa tegaskan di Kitab Ulangan 22, sepertinya suatu pengecualian. Lembu dengan keledai, akan dapat membajak tetapi sebaiknya sendiri-sendiri saja - jangan satu kuk. Sebab lembu mau membajak dengan garis yang lurus, keledai mau zig zag.
Dalam teori management modern dan leadership, ada yang disebut "the right man on the right place", yaitu menempatkan seseorang yang baik pada tempatnya yang tepat.
Hindari apa yang disebut "the right man on the wrong place" apalagi "the wrong man in the right place"
Sebaiknya, "the right man in the right place" yang di zaman sekarang sekarang terdengar di medsos, "tempatkan menteri sesuai bidang keahliannya".
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII