Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
JAKARTA – Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) melalui Departemen Pelayanan Masyarakat (PELMAS) merampungkan misi kemanusiaan terpadu di wilayah Sumatra. Aksi tanggap bencana ini menyasar korban banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat pada akhir tahun 2025, dengan fokus pada distribusi logistik, penyediaan air bersih, hingga pemulihan trauma (trauma healing).
Akuntabilitas dan Transparansi Dana Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pada Januari 2026, PELMAS PGLII Pusat berhasil menggalang donasi sebesar Rp 75.000.000. Dana tersebut berasal dari sinergi berbagai pihak, termasuk kas Pengurus Pusat, berbagai sinode gereja (seperti GPKdI, GBI, GEKARI), yayasan, serta donatur perorangan.
Total realisasi pengeluaran untuk seluruh kegiatan tercatat mencapai Rp 75.023.228, yang mengakibatkan saldo akhir minus sebesar Rp 23.228 yang ditanggung oleh pelaksana. Dana tersebut disalurkan dalam tiga tahap dan didistribusikan ke dua wilayah utama kepengurusan, yakni PGLII Wilayah Sumatra Utara dan PGLII Wilayah Sumatra Barat.
Fokus Penanganan di Tapanuli Tengah dan Aceh Tamiang Di wilayah Sumatra Utara dan Aceh, tim relawan bergerak menyisir lokasi terdampak parah seperti Batang Toru, Pandan, dan Huta Balang. Di Tapanuli Tengah, bantuan tidak hanya berupa sembako (beras, mi instan), tetapi juga menyasar kebutuhan spesifik anak-anak berupa susu kotak, alat tulis, dan mainan.
Tim PELMAS juga menggelar layanan trauma healing di GOR Sibolga dan lokasi pengungsian lainnya, mengajak anak-anak bernyanyi dan berdoa untuk memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.
Sementara itu, di Aceh Tamiang, delegasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PGLII, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th, memprioritaskan distribusi air bersih menggunakan truk tangki bagi masyarakat lintas agama yang kesulitan mendapatkan air minum akibat banjir bandang.
Pemulihan Rumah Ibadah di Sumatra Barat Untuk wilayah Sumatra Barat, PGLII mengalokasikan dana stimulus sebesar Rp 10.000.000 yang difokuskan pada perbaikan infrastruktur rumah ibadah yang rusak. Ketua PGLII Wilayah Sumatra Barat, Pdt. Dr. Ronal Pasaribu, M.Th, melaporkan bahwa dana tersebut disalurkan kepada dua rumah doa terdampak, yaitu: Gereja IFGF Teluk Bayur (Padang): Menerima Rp 6.500.000 untuk perbaikan atap dan unit AC yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Gereja IFGF Lubuk Alung (Padang Pariaman): Menerima Rp 3.500.000 untuk penanganan pasca-banjir setinggi 1 meter yang merusak inventaris gereja.
Selain bantuan tunai, jemaat terdampak juga menerima dukungan logistik berupa 72 paket sembako yang didistribusikan oleh Gereja IFGF Padang.
Misi ini menjadi wujud nyata dari semangat PGLII untuk "Memberitakan Injil dengan Perbuatan Nyata," memastikan kehadiran gereja dapat meringankan beban masyarakat di tengah krisis bencana.