• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

GUNAKAN AKAL IMITASI, MENGKHIANATI NATUR MANUSIA, HIKMAT DAN PERAN ROH KUDUS (V)

Roma 11:33 (TB2)  O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat, dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

 

 

Firman Tuhan mengatakan "milikilah pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus" (bdk. Fil 2:5), namun nampaknya, di abad ke-21, era Akal Imitasi - ChatGPT, semakin meningkatnya para ilmuwan, sarjana dan pakar keilmuan yang kini gencar menggunakan akal imitasi. Khotbah, artikel pendek, skripsi dan buku dibuat tanpa menggunakan pikiran dan hikmat dari Allah. Pengangguran akal manusia semakin meningkat.

 

Kini sudah jarang seseorang bertanya "Untuk apa saya memiliki otak dan hikmat Allah?" - hal itu adalah masa lalu.

 

Simaklah, masa kini, pemerintah, pakar keilmuwan, politikus, mahasiswa, pelajar, pendeta, teolog, seniman, Gen-Milenial, Gen-Z, Gen-Beta, telah menjadikan akal imitasi sebagai pandangan dan kebanggaan tren baru yang dianggap cepat dan akurat. Dalam konteks ini, muncul pertanyaan, apakah relasi dan komunikasi dengan Roh Kudus masih terus terjalin, ataukah sudah lama lenyap seiring era perubahan yang begitu cepat.

 

Masa lalu, seorang pendeta akan berdoa untuk mendapat tuntunan dari Roh Kudus, pasan apakah yang akan ia sampaikan kepada jemaat? Dari hasil pergumulan pendeta yang bermohon kepada Kristus untuk mendapat tuntunan ilahi, kini telah menjadi kisah usang. Akal imitasi yang tanpa tuntunan ilahi akan membuat analisis dan susunan khotbah yang tinggal dibaca oleh pendeta. Dan apakah akan ada pendapat dari jemaat "Khotbah Pak Pendeta sangat memberkati!" Benarkah ketika para rohaniwan telah menyingkirkan peran Roh Kudus akan menghasilkan layanan dan khotbah yang menuntun orang berdosa datang pada Kristus? Jawabnya tidak!

 

Firman Tuhan menjelaskan, hanya ada dua golongan manusia; orang benar dengan orang fasik; orang percaya dengan orang berdosa; manusia rohani dengan manusia duniawi; kambing dengan domba; lalang dengan gandum; lima anak dara bijaksana dengan lima anak dara bodoh. Semua itu gambaran dari adanya keterpisahan.

 

Siapa yang berada di dalam Kristus dan siapa yang di luar Kristus. Yang di dalam Kristus adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh anugerah Allah, dilahirkan kembali, menjadi anak-anak Allah, dipenuhi Roh Kudus dan kuasa. Apakah seseorang yang hidup di dalam Kristus akan rajin menggunakan akal imitasi? Dari hukum pemisahan ini sangat tegas, yang gunakan akal imitasi adalah orang-orang duniawi yang hidupnya di luar Kristus.

 

Roh Kudus adalah Penolong, Penghibur dan Pendidik, maka siapa pun yang berada dalam Kristus hidup dalam pengurapan Kristus, yang akan mengajar dengan pengajaran yang benar, orisinal ilahi dan berbeda jauh dengan produk akal imitasi.

 

Salam Injili

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII


ID EN