Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Kisah Para Rasul 6:3 (TB2) Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
"Apa yang terjadi jika srigala menjadi gembala di kawanan domba?"
Ironis, negeri yang luas dan kaya sumber daya alamnya, justru berisi kisah korupsi yang berjilid-jilid, hukum yang memandang muka, keadilan yang seharusnya bergulung-gulung seperti air ternyata masih mengawang-awang, penyimpangan moral di antara para pejabar, harga kebutuhan pokok yang terus melambung, hingga kejahatan akar rumput dari pencurian, begal hingga pembunuhan, dan pemerintah yang dihujat karena tidak berpihak pada rakyatnya sendiri, yang tak kunjung usai.
Ada dua istilah yang tepat untuk menggambarkan situasi di negeri yang ironis itu. Kakistokrasi (bahasa Yunani, kakitos=terburuk dan kratos=kekuasaan/pemerintahan), artinya, pemerintahan yang dijalankan oleh warga negaranya yang paling buruk, tidak memenuhi syarat, tidak bermoral. Atau dalam arti lain, pemerintah yang dipimpin oleh orang yang paling tidak kompeten dan paling korup.
Kata berikutnya, Kleptokrasi, yaitu pemerintahan yang mengeksploitasi kekuasaannya untuk mencuri demi keuntungan pribadi. Bagi penguasa kleptokrasi yang berada di pemerintahan hanya berpikir kekuasaan adalah sama dengan menambah kekayaan pribadi atau keluarganya. Konon, untuk diterima menjadi mahasiswa kedokteran, sekolah kepolisian atau tentara, menjadi ASN, menjadi hakim di kota besar, duduk sebagai anggota dewan di DPR, meski sudah ada prosedurnya tetapi dengan sejumlah uang puluhan, ratusan hingga puluhan milyar rupiah, barulah semua tercapai. Mentalitas kleptokrasi mudah dijumpai di mana-mana.
Kekristenan memiliki contoh pemilihan yang patut dijadikan role model di pemerintahan mana pun. Yaitu, memilih orang-orang yang terkenal baik, penuh Roh dan hikmat. Tetapi pertanyaannya adalah, apakah saat akan dilaksanakan pemilihan, kriteria terkenal baik, penuh Roh dan hikmat masih dijumpai? Jika jawabnya ya, hadirkanlah pemilihan di pemerintahan atau dimana saja sesuai yang dilakukan orang percaya di Kisah Para Rasul 6:3.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII