Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Yehezkiel 7:26 (TB2) Bencana demi bencana akan datang, kabar demi kabar akan tersiar. Mereka mencari-cari penglihatan dari nabi; pengajaran lenyap dari imam, dan nasihat dari tua-tua.
Alam yang diciptakan Sang Khalik memiliki kehidupannya dan kuasanya sendiri. Ketika alam dirusak atau ketika alam berbicara atas nama Kehendak Yang Maha Adil, manusia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa dihadapan-Nya.
Di tanah yang bergoyang dan berguncang, air yang menerjang , api yang memanggang dan melahap manusia hanya seperti yang dikatakan di Kitab Ayub, "Oh manusia seperti cacing!" (Apalagi manusia, hanya seperti cacing saja dalam pandangan Allah!" Ayub 25:6 FAYH)
Metafora cacing ini sangat tepat sebagai gambar dari ketidakberdayaan manusia dalam menyelamatkan dirinya sendiri di hadapan Allah dan alam buatan tangan-Nya.
Pemazmur berseru, "What is man that You care for him!?"
Dengarkan suara Yehezkiel yang masih bergaung kencang hingga hari ini, "Bencana demi bencana akan datang..bersiaplah! dan manusia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Sekali alam menelan hilang lenyap seluruh manusia yang kerap berbicara sambil membusung dada dalam keangkuhan..ia bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa!!
Ketika bencana datang maka manusia yang pongah itu kerap mencari penglihatan dari nabi dan nasehat dari tua-tua - terlambat!
Yesus mengajarkan para murid berdoa, "Jangan bawa kami ke dalam pencobaan tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat!" Ya, kesini ada pencobaan dan kesana si jahat menghadang! Manusia bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.
Meski para pendoa berseru siang dan malam, "Tuhan.. jauhkan kami dari malapetaka, marabahaya, niat jahat, kuasa kegelapan, panah api setan beracun dan berbagai bencana!" Manusia bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.
Kini gunung berapi terus bergerak dan menderap, banjir bandang menerjang, tsunami laut melahap bumi, hutan-hutan terbakar menghanguskan, tanah menari dalam gempa dan kegeraman, mengorkestrasi "semua yang dikatakan itu benar!", dan manusia tetap saja masih si cacing yang bergeliat tak berdaya!
Yesus sudah memperingatkan..."akan datang...!" "Satu kali kelak..!" "Akan datang waktunya..!" Dan semua itu telah tertulis dalam Kitab-Nya, dan manusia tidak bisa berlagak tak tahu apalagi sombong mengejek, "Kamilah penguasa!" Oh, manusia bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.
Allah Pencipta yang dikenal dan disembah dalam Kristus Yesus Tuhan sudah mengatakan, "Berdoa dan berjaga-jagalah karena kamu tidak tahu kapan dan masanya akan tiba!"
Ya, bencana demi bencana akan terjadi yang terus membawa suara Sang Khalik Pencipta - manusia masih tetap si cacing dan dia bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa di hadapan-Nya serta alam buatan tangan-Nya.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII