Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yohanes 16:33)
Damai sejahtera orang Kristen bukanlah ketiadaan konflik atau pencobaan, melainkan karena tetap berada di dalam Tuhan Yesus Kristus, meskipun dalam keadaan seperti itu. Damai sejahtera itu tidak dapat diciptakan atau diusahakan dari diri sendiri atau karena mendapat pengaruh dari kesenangan yang berasal dari dunia ini.
Dalam Yohanes 16:33 di atas, Tuhan Yesus mengungkapkan tentang bagaimana orang-orang percaya memperoleh damai sejahtera.
Pertama, damai sejahtera yang Kristus berikan adalah untuk mereka yang berada di dalam Dia. Hal ini berbicara tentang ketergantungan dan memiliki relasi yang intim dengan Kristus. Ketergantungan dan keintiman dengan Tuhan Yesus merupakan prasyarat bagi sukacita dan kehidupan yang berbuah orang percaya. Damai sejahtera hanya diterima oleh mereka yang bergantung kepada-Nya, mempercayai-Nya, dan tetap dekat dengan-Nya dalam menjalani kehidupan Kristen.
Kedua, damai sejahtera Kristus menuntut agar firman Kristus ada dalam para pengikutnya. Itu sebabnya, Tuhan Yesus berkata: “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera…” Firman Kristus adalah sumber damai sejahtera orang-orang percaya. Karena istilah “tinggal di dalam Kristus” harus diikuti “Firman Kristus tinggal di dalam kamu.” Dalam Yohanes 15:7, Tuhan Yesus menegaskan: “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”
Ketiga, damai sejahtera Kristus dialami orang percaya, karena Kristus telah mengalahkan dunia. Dunia tidaklah menjadi lawan yang berarti bagi pengikut-pengikut Kristus, karena kemenangan Kristus. Kristus telah mengalahkan dunia dalam kehidupan inkarnatif-Nya, dalam kematian-Nya, dan dalam kebangkitan-Nya.
Ketika Ia hidup dalam daging/tubuh manusia, Dia mengatasi banyak godaan dan pencobaan. Dia tidak berdosa dan tanpa kesalahan.
Dia telah mengalahkan dunia melalui kematianNya. Sebab, kematianNya adalah harga tebusan bagi orang berdosa, yang telah lunas dibayar. Dengan demikian Ia mematahkan cengkeraman dosa atas kita.
Dia mengalahkan dunia dalam kebangkitanNya, karena dengan kebangkitanNya, Dia mengalahkan maut dan kebinasaan. Semua orang yang di dalam Kristus tidak akan binasa dan tidak akan mengalami kematian kekal.
Orang-orang percaya beroleh damai sejahtera, karena kita berdiam di dalam Kristus dan FirmanNya berdiam di dalam kita. Oleh kemenangan Kristus kita hidup dalam damai sejahtera. Kita tidak lagi ditaklukkan oleh dosa dan maut.
Benarlah perkataan Yesus: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yoh. 14:27)
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil!”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII