• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

KURBAN KRISTUS ADALAH SEMPURNA YANG MENYUCIKAN HINGGA HATI NURANI KITA

 

Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. (Ibrani 9:13-14)

 

Dalam mengingat penderitaan dan hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, kita tentunya kembali merenungkan tentang keagungan Kristus dalam karya penebusanNya melalui penderitaan dan kematianNya di salib. Kematian Tuhan Yesus adalah berkaitan dengan persembahan diriNya sebagai kurban yang memberikan pengampunan dan pengudusan bagi manusia berdosa.

Persembahan kurban Kristus mengacu kepada persembahan-persembahan kurban dalam dalam PL. Semua kurban binatang dalam ibadah Israel mempunyai pengertian sebagai kurban tebusan, meskipun secara spesifik masing-masing kurban mempunyai arti sebagai kurban karena dosa, kurban karena pelanggaran, kurban bakaran, dan kurban-kurban pendamaian. Namun kurban-kurban binatang yang dipersembahkan dalam PL menyucikan hanya secara lahiriah, sedangkan kurban Kristus menyucikan manusia berdosa hingga sampai kepada hati nurani.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam Taurat bahwa dosa dipandang berkaitan dengan perbuatan, namun ketika Kristus menegaskan tentang dosa, dosa itu berkaitan dengan hati manusia. Contoh dalam Matius 5:27-28, “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”

Kurban tubuh Kristus yang disalibkan adalah satu-satunya kurban sempurna yang dipersembahkan kepada Allah yang menjadi penghapus dosa manusia. Persembahan kurban Kristus ini ditegaskan oleh penulis kitab Ibrani sebagai yang melebih persembahan-persembahan kurban (binatang) yang dilakukan oleh umat Israel sebelumnya. Dalam ayat 14 di atas berkaitan dengan kurban Kristus disebutkan dengan istilah: “ betapa lebihnya darah Kristus…” Pengertian “betapa lebihnya” (Yun: mallon) mendudukkan persembahan kurban Kristus pada tingkat yang jauh lebih tinggi dan sempurna dari semua bentuk persembahan kurban yang dilakukan sebelumnya oleh umat Israel. Persembahan Kristus dengan membawa kurban yaitu diriNya sendiri dilakukan hanya satu kali, namun langsung memenuhi semua tuntutan kesempurnaan persembahan kurban untuk penghapusan dosa manusia.

“Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.” (Ibr. 10:10)

“dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.” (Ef. 5:2)

Istilah harum disini adalah metafora tentang sesuatu yang menyenangkan Allah. Hal ini adalah ungkapan kuno bahwa Allah mencium dan senang dengan bau kurban. Hal ini adalah gambaran tentang penerimaan (acceptableness) dari suatu persembahan kurban.

Jadi betapa agungnya kurban Kristus yang menyucikan kita secara sempurna, hingga hati nurani kita. Puji Tuhan!

 

“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII


ID EN