Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
1 Timotius 4:16 (TB) Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.
Pendeta: "Pak Ronny mohon tidak khotbah hal doktrin, jemaat sukanya kesaksian!"
Sudah separah itukah kondisi gereja masa kini, yang melalui pendeta jemaatnya bahkan para pemimpinnya, memiliki penilaian dasar "bahwa doktrin adalah alat untuk memecah belah jemaat?".
Bagi setiap pengkhotbah, selama ia berkhotbah dari sumber Alkitab yang berdaulat, mungkingkah ia menampik doktrin dari mimbar gereja?. Namun, yang tak kalah memprihatinkan adalah, pandangan pendeta jemaat (gembalanya) yang telah memiliki penilaian terhadap jemaat yang dilayani "hanya suka kesaksian". Jika benar demikian, jemaat seperti apa yang ia gembalakan di hadapan Kristus? Apakah kesaksian dari pengkhotbah di mimbar gereja, yang isinya si pengkhotbah diberi mobil baru, alami mujizat, diluputkan dari dukun santet, bertemu orang nomor satu, mendapat penglihatan spektakuler, diyakini akan menimbulkan iman bagi jemaat?
Mengapa padangan "jika ingin bersatu singkirkanlah semua kebenaran yang berpusat pada Alkitab?" Menjadi sangat diminati di kalangan kekristenan.
Dalam suatu pertemuan yang melibatkan pimpinan gereja dan sekolah tinggi teologi, terjadi diskusi kelompok meja yang membahas antara teologi evangelikalisme dengan teologi ekumenisme. Setidaknya ada tiga hal yang dapat dijadikan catatan; 1) Meski kalangan evangelikalisme dan ekumenisme mengakui "Injil" tetapi tentang arti dan implementasinya, seperti utara dengan selatan. Alias "berbeda jauh". 2) Terjadinya ketegangan kesatuan dan teologis yang berabad-abad, bahwa kalangan evangelikalisme selalu penuh tuduhan kepada ekumenisme, dan sebaliknya kalangan ekumenisme sarat tuduhan kepada kalangan evangelikalisme. Maka tegasnya, Injili bukan alat mempersatukan tetapi memisahkan. 3) Bahwa untuk mencapai persatuan di antara berbagai denominasi gereja yang ada, terjadi kesepakatan yang tak tertulis "hindari doktrin demi tercapai persatuan!". Dampaknya, "jemaat lebih menyukai kesaksian!'.
Jika penilaian si pendeta jemaat terhadap jemaat yang ia layani seperti itu, bahwa jemaat lebih menyukai kesaksian, atau, jemaat lebih menyukai mujizat, atau, jemaat lebih menyukai berkat jasmani, atau, jemaat yang lebih menyukai penglihatan... dan tidak menyukai doktrin, bukankah lebih baik jika dibuat pernyataan "Alkitab sudah tidak dibutuhkan lagi di gereja ini?".
Satu hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja, siapa pun yang berkhotbah dari isi Alkitab, ia akan menjelaskan kebenaran absolut dari firman Tuhan tersebut, menerimanya dan menghidupkan dalam diri sendiri. Dan hal itu, tentu bukan khotbah kesaksian tetapi doktrin atau kebenaran yang diajarkan sehingga menjadi pengajaran yang alkitabiah.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII