Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th.
Kisah Para Rasul 2:38 (TB2) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia, yaitu Roh Kudus.
Latar belakang Kebangunan Rohani
"Mungkinkah seseorang yang belum didamaikan dengan Allah melalui Kristus dan mengalami kelahiran baru, dapat menyembah Allah yang Mahakudus dan melayani dengan hati yang berkobar-kobar dan menyenangkan hati Tuhan?"
Ucapan terkenal Jonathan Edward, Juli 1741, tokoh Kebangunan Rohani (revilisme) dari Amerika, "Penghakiman Tuhan akan mengerikan dan lebih menyakitkan daripada yang dapat dibayangkan! Orang berdosa adalah orang yang tak berdaya dan benar-benar rusak, berada dalam bahaya hukuman kekal, kecuali mereka diselamatkan dan bertobat, karena penghakiman Tuhan dapat terjadi kapan saja". Betapa malang nasib orang berdosa jika ia berada di tangan Allah yang murka!
Sejarah Kebangunan Rohani yang disebut "Great Awakening" (Kebangunan Rohani atau Kebangkitan Besar) pada Abad-18, terutama di Jerman dikenal sebagai Kebangkitan Pietistik, dengan tokoh Protestan seperti Philip Spener, "bahwa seseorang yang memiliki iman akan mengalami kelahiran baru". Lalu muncul nama-nama lain seperti August Franke yang menekankan pengudusan dalam pengalaman Roh Kudus (bukan lagi pembenaran yang digagas Martin Luther). Muncul lagi, Count Ludwig Von Zinzendorf, yang kemudian memimpin gerakan kebangunan rohani yang besar. Ia menjadi pemimpin kaum Moravia.
Kebangkitan Injili Besar di Inggris juga terjadi, tokohnya John Wesley dan George Whitefield. Wesley yang mengalami pertobatannya di sebuah pertemuan Moravia di Aldersgate Street. Ia dan Whitefield dipenuhi Roh Kudus. Kepedulian Wesley terhadap pengudusan melalui pengalaman sebagai karya kasih karunia kedua yang pasti sangat dipengaruhi oleh kaum Moravia. Tulisan-tulisan Fletcher diterbitkan di surat kabar yang membahas isu-isu berikut: "Apakah Yesus mati hanya untuk orang-orang pilihan, atau apakah Dia mati untuk semua orang?
Dan beberapa nama-nama lainnya yang dikenal sebagai tokoh Kebangunan Rohani, seperti Charles Wesley sampai Billy Graham, di Indonesia Pdt. Dr. Petrus Octavianus.
Firman Tuhan yang tertulis di Alkitab mengatakan, "Akan tetapi, kejahatanmulah yang memisahkan kamu dari Allahmu.."(Yes 59:2); "Karena semua orang telah berbuat dosa telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 3:23); "Sebab upah dosa adalah maut.." (Rom 6:23).
Dengan demikian, betapa malang nasib orang berdosa!
Maka tujuan Kebangunan Rohani, yang dimulai dari khotbah Petrus bersama 11 rasul di Yersalem berisi setidaknya 3 hal: 1) Siapakah Yesus dalam hubungan dengan Daud; 2) Betapa berdosa orang yang tidak mengenal Kristus, yang artinya tidak mengenal Allah, dan sebagai reaksi dari 3000 orang yang berkumpul itu, 3) Mereka dipenuhi Roh Kudus, dipanggil bertobat, lalu dibaptis, mengalami pengampunan dosa, dan menerima karunia, yaitu Roh Kudus.
Pertanyaan, apakah seluruh warga gereja telah mengalami iman dan pembenaran, pertobatan, dibaptis, pengampunan dosa, dikuduskan dan dipenuhi Roh Kudus? Ataukah, hanya berhenti sebagai orang yang beragama Kristen, tetapi saat ini ia terpisah dengan Kristus dan kehilangan kemuliaan Allah?
Gereja-gereja dan lembaga-lembaga Kristen perlu minta lagi "Api Kebangunan Rohani" seperti yang pernah terjadi di Soe, NTT dan tempat-tempat lain. Ingatlah, tujuan Kebangunan Rohani untuk mendamaikan orang berdosa dengan Allah dan mengalami pertobatan!
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII