• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

MEMAHAMI PERBEDAAN KEBANGUNAN ROHANI DENGAN PENYEGARAN IMAN DI MASA KINI" (II)

 

Kisah Para Rasul 2:38 (TB2)  Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia, yaitu Roh Kudus.

 

"Kebangunan Rohani dimulai dari adanya orang-orang yang bergumul dalam doa, puasa dan tangisan, atau karena Roh Kudus yang melawat suatu wilayah!"

 

Pada awal Abad ke -20, cukup banyak Kebangunan Rohani terjadi secara bersamaan yang melanda berbagai belahan dunia, antara lain:

 

Kebangunan Rohani di Topeka (1901), Kebangunan Rohani di Tiongkok (1903, 1906–1909, 1927–1939), Kebangunan Rohani di Wonsan dan Pyongyang Korea (1903, 1907), Kebangunan Rohani di Wales (1904–1905), Pittsburg (1904), Kebangunan Rohani di India (1904–1906), Kebangunan Rohani di Azusa Street (1906–1909), Kebangunan Rohani di Norwegia (1906), Kebangunan Rohani di Selandia Baru (1921), Kebangunan Rohani Cape Town di Afrika (1915, 1936, 1953, 1966, 1990), Kebangunan Rohani di Nagaland (1952–1997), Kebangunan Rohani di Argentina (1954, 1984), Gerakan Karismatik (1960), Kebangunan Rohani di Soe Indonesia (1965)

 

Kebangunan Rohani adalah waktu Tuhan dimana beberapa orang atau sekolompok orang mengalami lawatan karya Roh Kudus lalu menjangkau para pendosa mengalami pertobatan, menerima iman atau berbalik pada Kristus. Beberapa Kebangunan Rohani juga mengalami kepenuhan rohani dan mujizat, contohnya di Soe air menjadi air anggur.

 

Kebangunan Rohani (great awakening) telah mencatat adanya tokoh-tokoh Kebangunan Rohani (revivalist) (Bag 1), yang umumnya berkhotbah dengan tema: "Yesus Satu-satu Jalan Keselamatan"; "Dosa dan Pertobatan"; "Berpusat Pada Salib Kristus"; "Tanpa Yesus Pasti Binasa"; "Terima Yesus Sebelum Terlambat"; "Orang Berdosa di Tangan Murka Allah"; "Penghakiman Atas Orang Berdosa"; "Dosa dan Maut"; "Cepat atau Lambat Yesus Pasti Kembali"; "Sebelum Maut Menjadi Milikmu"; "Yesus Jalan Keselamatan"; "Taklukkan Diri Pada Yesus"; "Bertobatlah!" Dan lain sebagainya.

 

Panggilan Altar (Altar Call) dimulai dari nyanyian-nyanyian Kebangunan Rohani yang memperiklomasikan Siapa Yesus? Dan menyampaikan panggilan atau tantangan terhadap orang-orang berdosa yang telah kehilangan kemuliaan Allah, dan upah dosq adalah maut. Atau kepada orang-orang berdosa yang sama sekali tidak memahami siapakah Yesus?

 

Dampak dari adanya Kebangunan Rohani adalah bertambahnya petobat-petobat baru, yang sesuai Amanat Agung Kristus, mereka dibaptis dan diajarkan selalu di dalam gereja. Dan sejarah membuktikan pasca suatu Kebangunan Rohani besar terjadi, muncul gereja-gereja Injili, lembaga-lembaga Injili dan STT-STT Injil yang bukan saja bertahan hingga Abad Ke-21, tetapi sangat berkembang dalam pertumbuhannya.

 

Salam Injili

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII


ID EN