• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

MEMAHAMI PERBEDAAN KEBANGUNAN ROHANI DENGAN PENYEGARAN IMAN DI MASA KINI (IV)

 

Kisah Para Rasul 14:22 (TB2)  Di sana mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya bertekun dalam iman, dan mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

 

Penyegaran Iman atau Kebaktian Penyegaran Iman (KPI), umumnya dilaksanakan oleh gereja-gereja dan lembaga-lembaga yang tidak menggunakan sebutan Kebangunan Rohani atau Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), dengan alasan, "karena setiap orang Kristen telah percaya pada Tuhan Yesus, tidak perlu lagi rohaninya dibangunkan"

 

Kebaktian Penyegaran Iman juga dilaksanakan oleh gereja-gereja dan lembaga-lembaga yang melaksanakan Kebaktian Kebangunan Rohani, bukan untuk suatu tujuan pertobatan baru lagi, tetapi agar mereka yang telah percaya, diselamatkan dan bertobat itu, yaitu yang telah dilahirkan kembali, mengalami penyegaran atau pembaruan iman. Sebagaimana yang dilakukan rasul Paulus dan Barnabas ketika mereka berdua kembali ke Antiokhia untuk memberitakan Injil, memperoleh banyak murid baru, dan menguatkan hati dan menasehati para murid yang disebut Kristen.

 

Orang-orang Kristen yang telah dilahirkan baru (ciptaan baru), adalah mereka yang hidupnya berubah total secara radikal lalu mengikuti Yesus Kristus sebagai Tuhan, Juruselamat dan Penebus pribadinya, dan kemudian bertumbuh melayani dan memberitakan Injil sesuai perintah Yesus (Amanat Agung).

 

Pelayanan dan pemberitaan Injil yang dilakukan oleh mereka yang telah dilahirkan baru memasuki hidup baru dan fase baru, yaitu menyembah Bapa di dalam roh dan kebenaran karena telah meninggalkan pola ibadah dan pelayanan yang bersifat seremonial. Lebih dari penyembahan, orang-orang yang telah dilahirkan kembali saat melayani berhadapan langsung dengan Iblis dan roh-roh jahat. Mereka adalah kelompok orang percaya yang mengenal siapa Allahnya dan juga mengenal siapa Iblis itu yang bekerja menghancurkan iman dan kepercayaan mereka yang telah diselamatkan dengan cara-cara yang gelapa dan licik.

 

Penyegaran iman tidak selalu dilaksanakan dalam suatu ibadah umum terbuka, karena melalui kelompok penelahaan Alkitab dan doa bersama tujuan tersebut dapat tercapai. Bukankah setiap orang yang lahir baru dan telah memberi hidup dan kehidupannya kepada Kristus, saat melaksabakan imannya, mereka pun menjadi sasaran Iblis untuk dikalahkan? Dan dengan persekutuan doa, puasa dan penelaahan Alkitab di antara orang-orang kudus tersebut, hati dan imannya dikuatkan terus menerus!

 

Mari, jangan biarkan roh dan karunia-karunia rohani kita meredup! Dan bagi yang sedang melayani dan jalankan pemberitaan Injil, kuatkan juga hati dan iman, serta teruslah menasehati murid-murid Kristus, yang mungkin sebagiannya adalah murid baru, bahwa meski masalah dan sengsara menghadang mereka setia hari, kuasa dan kemenangan iman dalam Kristus tetap nyata bagi mereka!

 

Salam Injili

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII


ID EN