Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. (Lukas 21:12-13)
Gereja sedang dan akan menghadapi tanda-tanda dari zaman akhir yang dicatat dalam Lukas 21:8-13 antara lain: adanya penyesatan, peperangan, pemberontakan, gempa bumi, wabah penyakit, kelaparan, tanda-tanda dahsyat dari langit, penganiayaan terhadap murid Yesus. Ketika Tuhan Yesus berbicara, “Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku”, (ay. 12) Ia langsung menambahkan, “Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.” (ay. 13) Kalimat yang terakhir ini bukanlah kalimat imperatif atau perintah. Karena istilah “menjadi kesempatan bagimu” diterjemahkan dari istilah Yunani: “apobesetai” (kata kerja indikatif future middle orang ketiga tunggal). Sehingga kalimat ayat 13 ini lebih tepat diterjemahkan dengan, “Hal itu akan mengarahkan kepada satu kesempatan bagi kesaksian kamu.” (pada masa depan). Disini Tuhan Yesus berbicara tentang suatu nubuat yang akan terjadi bagi Gereja pada zaman akhir ini. Dan kita dapat melihat kenyataan dalam sejarah perjalanan Gereja, hambatan, tekanan, pelarangan, bahkan penganiayaan menjadi kesempatan Gereja untuk bersaksi.
Sejarah mencatat bahwa ketika orang Kristen dianiaya di Yerusalem, mereka tersebar ke berbagai daerah dan memberitakan Injil ke mana pun mereka pergi sehingga mempercepat penyebaran Injil.
Pada masa kini pun, berbagai hambatan, tekanan, pelarangan, bahkan aniaya ternyata tidak menghentikan Gereja untuk terus memberitakan Injil. Hambatan dan perlawanan terhadap Gereja tidak menghentikan penyebaran Gereja. Justru di tengah-tengah tantangan Injil menyebar lebih luas.
Nubuatan Tuhan Yesus menjadi kenyataan. Haleluya!
Gereja memiliki kekuatan intrinsik oleh Roh Kudus yang menggerakkan kita untuk memberitakan Injil, sehingga nubuatan Tuhan Yesus, bahwa kita selalu akan mempunyai kesempatan untuk bersaksi tergenapi.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil.
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII