Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Kisah Para Rasul 18:3 (TB) Karena memiliki pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.
Serangan Iblis terhadap gereja mula-mula yang dicatat di Kisah Para Rasul Pasal 5 terjadi pada suami istri Ananias dan Safira. Karena sama-sama berdusta terhadap Roh Kudus, keduanya mati.
Pasangan suami istri adalah target utama dari Iblis untuk menghancurkan rumah tangga, gereja bahkan bangsa. Di masa kini hal tersebut menjadi kesaksian yang nyata.
Simak kisah Akwila dan Priskila.
Tahun 47AD Kaisar Cladius mengusir orang Yahudi dari Roma. Maka Akwila dan Priskila pergi tanpa membawa harta bendanya karena keduanya pengusaha. Dari Roma mereka menuju ke Korintus dan bertemu rasul Paulus, keduanya menjadi pengikut Kristus. Lalu mengikuti pendidikan agama dari Paulus selama 18 bulan, dan mulai setia mendampingi Paulus pelayanan ke mana-mana. Menjadi kawan sekerja Paulus dan siap mati bagi Paulus. Di rumahnya dibuat ibadah, dan dari rumahnya Akwila dan Priskila diutus Epenetus buah pertama yang percaya Yesus di Asia (bdk. Kis 3:11,26 - Rom 16:3-5). Semua itu dijalani Akwila dan Priskila suami istri Kristen yang selalu bersama-sama termasuk di pekerjaannya. Bersama-sama, kebersamaan yang selalu (togetherness) adalah kunci hubungan suami istri dan rumah tangganya kokoh dalam Kristus.
Betapa pentingnya suami istri Kristen selalu bersama-sama, terutama saat beribadah di gereja ataupun setiap melayani. Sebab, ketika suami istri jalan sendiri-sendiri hal tersebut berpotensi rumah tangganya diambang kehancuran. Menganggap suami atau istri sedang sibuk, di hari yang membutuhkan kebersamaan hanyalah merusak rumah tangga dan keluarganya sendiri.
Mari, apa pun alasannya, sebagai suami istri Kristen yang sama-sama masih hidup jangan jalan sendiri-sendiri, ibadah sendiri-sendiri atau melayani sendiri-sendiri, hal itu hanya meneruskan kisah kejatuhan suami istri seperti Ananias dan Safira agar gereja Tuhan ikut rusak.
"Save our families!"
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII