Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. (Wahyu 5:6-7)
Melanjutkan perenungan kemarin Wahyu pasal 5, sekarang fokus dalam penglihatan Yohanes di sekitar takhta Allah adalah kepada "Anak Domba" (Yun: arnion) yaitu Tuhan Yesus Kristus yang berdiri di tengah-tengah takhta.
Simbol Anak Domba adalah suatu metafora kurban persembahan (The Lamb as a Sacrificial Metaphor). Itulah sebabnya Yohanes melihat sebagai “Anak Domba seperti telah disembelih.” Namun Ia telah sembuh karena Ia telah bangkit. Anak domba membicarakan tentang kurban sembelihan pada hari Paskah. (Kel. 12:1-13; 21-27) Anak Domba dibawa ke pembantaian dan diremukkan karena pelanggaran dosa umatNya. (Yes. 53:7,8, bd. Kis. 8:32)
Selain dalam pengertian sebagai suatu metafora kurban persembahan, dalam kitab Wahyu kita dapat menemukan metafora Anak Domba dengan begitu banyak atribut. Sebagai kurban persembahan, Ia ditampilkan penyerahan diriNya ke pembataian, namun dalam Kitab Wahyu Anak Domba menunjukkan kewibawaan pemilik otoritas mutlak dan kekuasaanNya yang sangat powerful. Anak Domba merujuk kepada Tuhan Yesus sebagai Pemimpin dan Penguasa (The Lamb as a Metaphor for a Leader or Ruler). (bd. David E. Aune, WBC - Vol. 52a) Anak Domba berada di tengah-tengah takhta bersama Allah Bapa (sebagai pemimpin) menggembalakan gerejaNya, (7:17), Ia bertakhta di Yerusalem baru, (22:1,3) Ia bertakhta dan melaksanakan penghakiman. (6:16) Dan seperti Allah Bapa di takhtaNya, Ia juga di takhtaNya menerima pujian dan penyembahan yang sama. (5:7–14; 7:9–10). Anak Domba adalah pemegang kitab kehidupan yang melaksanakan penghakiman berdasarkan kitab kehidupan itu. (13:8; 21:27) Anak Domba juga digambarkan sebagai pejuang yang penuh kuasa yang selalu menang terhadap mereka yang berperang melawan Dia. (17:14). Semua yang menentang Dia takut kepada murkaNya. (6:16)
Sebagai Pemimpin dan Penguasa, Anak Domba digambarkan bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Tujuh tanduk adalah simbol dari kekuasaan dan kekuatan yang sempurna. (bd. 7:12) Dengan ketujuh tanduk ini, Anak Domba memiliki otoritas untuk memerintah sorga dan bumi. (bd. Mat. 28:18; Yoh 17:2) Tujuh mata adalah lambang dari penglihatanNya yang sempurna, yang dapat mengamati segala sesuatu yang terjadi di seluruh penjuru. Tidak ada hal yang dapat lepas dari perhatianNya. Karena itu Ia memiliki kesempurnaan dalam pengetahuan, melihat dengan ketajaman dan pemahaman. (2 Taw. 16:9; Ams. 15:3; Zak. 4:10)
Tujuh tanduk dan tujuh mata ini dikaitkan dengan tujuh Roh Allah, yang berbicara tentang Anak Domba didiami secara sepenuhnya oleh Roh Kudus. (Luk. 4:18) Angka 7 (tujuh) bukanlah menunjukkan kepada Roh Allah itu berjumlah tujuh. Hal ini berbicara tentang kesempurnaan Roh Allah yang mendiami Anak Domba dan bekerja dalam pengutusannya. Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi diutus oleh Bapa dan Anak pada hari Pentakosta, akan mengajarkan segala sesuatu dan akan mengingatkan semua yang telah dikatakan Yesus. (Yoh. 14:26; 16:7) Roh Kudus yang diutus itu menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. (Yoh. 16:8) Anak Domba ini datang ke takhta Allah menerima gulungan kitab itu dari tangan kanan Allah. Karena hanya Dia yang layak untuk datang mendekat ke takhta Allah dan membuka gulungan kitab itu serta melepaskan meterai-meterainya.
Penerimaan gulungan kitab itu adalah pemberian otoritas kepada Anak Domba untuk melaksanakan Penetapan Allah (God’s Decrees) pada gulungan kitab itu.
Betapa agung, penuh kehormatan serta kemuliaan Tuhan Yesus Kristus, Anak Domba Allah.
Maranatha Tuhan kami, datanglah!
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil!
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII