Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata-Nya. Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. (2 Samuel 22:25-27)
Dia Allah yang hidup, Dia Allah yang nyata. Jika kita hidup dengan benar di hadapan Allah, maka Allah akan memperlakukan kita sesuai dengan sikap kita terhadap-Nya. Jika kita memang tidak setia kepada Tuhan dan kita hidup mendukakan Tuhan, maka Tuhan akan mendisiplinkan kita.
Tuhan menghubungkan kekudusan-Nya dengan kekudusan kita. Dalam 1 Petrus 1:15-16. “tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”
Tuhan menghendaki untuk bersekutu dengan kita, sama seperti Ia ingin bersekutu dengan umat pilihanNya, bangsa Israel dalam PL, dan Ia menegaskan, "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa." (2 Kor. 6:16b-18)
Maksudnya jelas bahwa Tuhan menghendaki kesucian kita, karena Tuhan menghendaki persekutuan Dia dengan kita. Dapat dikatakan, seperti Tuhan berkata, “Aku mau bersekutu denganmu. Aku mau engkau tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam engkau. Oleh karena itu bersihkan dirimu dari apa yang najis dan cemar.
Jika kita juga menyebut diri kaum Injili, artinya kita berciri sepenuhnya hidup menurut Injil Tuhan Yesus Kristus, marilah kita hidup dan melayani sesuai dengan Injil itu. Tinggalkan dosa, kenajisan, motiv yang buruk dan jahat, kebohongan, iri hati, mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, cinta uang, dlsb. Dan permuliakanlah Tuhan Yesus dalam seluruh kehidupan dan pelayanan kita.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII