• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

NUH GIGIH MEMBERITAKAN KEBENARAN HINGGA HARI TUHAN MENGHUKUM MANUSIA

“dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik” (2 Petrus 2:5)

 

Untuk menggambarkan kehidupan manusia sebelum penghukuman Allah dan tentang peran seorang pemberita kebenaran yang memberitakan tentang hukuman Allah dan keselamatan, beberapa penulis PB mengambil cerita Nuh dan peristiwa air bah sebagai contoh.

Kita dapat membaca tulisan Matius yang mengutip perkataan Tuhan Yesus tentang gambaran keadaan manusia di zaman akhir dengan contoh keadaan manusia di zaman Nuh dalam Matius 24:37-39 : "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.”

Sebelum air bah datang, kehidupan manusia itu nampak normal-normal saja, mereka makan dan minum, kawin dan mengawinkan. Namun sebenarnya keadaan manusia pada waktu itu menurut catatan Alkitab dalam Kejadian 6:5, “… kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” Bahkan juga dicatat bahwa sebelum air bah terjadi Allah menilik dunia ini telah rusak dan penuh kekerasan, semua manusia menjalankan hidup yang rusak. (Kej. 7:11-12)

Dalam keadaan demikian Nuh bersuara dan memberitakan kebenaran di tengah-tengah manusia yang rusak, karena ia adalah pemberita kebenaran. Namun orang-orang sezamannya menolak pemberitaan Nuh; tidak mau mendengar apa yang disampaikan Nuh. Mungkin mereka anggap Nuh itu berolok-olok. Kemudian hukuman Allah datang melalui air bah dan melenyapkan mereka semua. Betapa mengerikan keadaan itu.

Sekali lagi, seperti perkataan Tuhan Yesus sendiri bahwa keadaan manusia di zaman Nuh menjadi suatu contoh bagi keadaan manusia di zaman akhir ini. Maka sama seperti Nuh, si “pemberita kebenaran”, kita juga dipanggil untuk terus memberitakan Injil, karena kita adalah pemberita Injil. Walaupun pemberitaan kita mungkin akan ditolak oleh sebahagian orang, tetaplah beritakan Injil. Karena tentu ada juga di antara mereka yang akan menerima pemberitaan kita dan mereka percaya kepada Tuhan Yesus. “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya!” (2 Tim. 4:2)

 

“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th - Ketua Umum PP PGLII


ID EN