• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

MEMBANGUNKAN TELINGA SETIAP PAGI SEBAGAI SEORANG MURID

 

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. (Yesaya 50:4-5)

 

Salah satu keprihatinan dalam gereja saat ini adalah adanya kehambaran rohani di balik mimbar. Penyampaian Firman yang penuh informasi namun hampa kekuatan rohani. Kaya akan kata-kata namun miskin makna rohani. Pemberitaannya bisa saja tentang Tuhan Yesus Kristus, tanpa benar-benar membawa orang terdorong untuk bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi. Khotbahnya mungkin berkesan sesaat dengan berbagai gurauan, kata-kata yang penuh motivasi dan janji-janji manis, namun tidak membawa orang ke dalam pertobatan, hidup dalam kesucian, dan hidup dalam ketaatan kepada kebenaran Firman Tuhan.

Dalam 2 ayat di atas, Yesaya mengungkapkan tentang orang yang bertekun untuk belajar dari Tuhan dalam keintiman (yang ditafsirkan sebagai murid), maka “lidahnya” atau perkataannya akan memberi semangat baru. Yaitu orang-orang yang setiap pagi mempertajam atau membangunkan telinganya untuk mendengar Tuhan berbicara kepada mereka. Pribadi-pribadi yang mau menyendiri bersama Tuhan dan diajar oleh Tuhan. 

Kata memberi semangat baru (Ibr: `uwth) dapat diterjemahkan sebagai “to sustain”. Terjemahan bebasnya, “to sustain him that is weary with a word.” Oleh karena itu dapat diartikan bahwa kata-kata orang yang bertekun untuk belajar dari Tuhan akan menghibur, menguatkan, menopang dan menyokong, tetapi juga menjaga dan mempertahankan orang yang lelah hidup dalam kebenaran. Mereka yang mendengar perkataan-perkataannya akan merasakan air yang segar yang membaharui hidup mereka.

Khotbah-khotbah atau renungan yang lahir melalui keintiman dengan Tuhan, doa-doa, pendalaman Firman Tuhan, serta kehancuran hati akan menimbulkan power dan otoritas rohani.

Sebagai murid Tuhan Yesus, marilah kita membangunkan telinga kita setiap pagi untuk mendengar dengan tekun apa yang Tuhan firmankan kepada kita.

 

“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII


ID EN