Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.
TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. (Kel. 13:21)
Kita mengetahui bersama bahwa dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian, tiang awan dan tiang api menuntun mereka di padang gurun. Tiang awan ini berbeda dengan awan lain yang pernah dilihat di dunia hingga saat itu atau sejak itu. Itu disebut awan hanya karena bahasa Ibrani pada waktu itu tidak memiliki kata lain untuk menggambarkannya. Di siang hari nampak seperti awan, tetapi pada malam hari ia memancarkan cahaya dan kehangatan sehingga nampak seperti tiang api. Penampakan tiang awan atau tiang api tersebut umumnya di tengah perkemahan orang Israel. Tetapi pada hari-hari pertama perjalanan orang-orang Israel keluar dari Mesir, tiang awan atau tiang api itu bergerak di belakang mereka sehingga memberikan perlindungan terhadap orang-orang Mesir yang mengejar mereka dari belakang. Dan kemudian selama perjalanan mereka, tiang awan atau tiang api berada di depan untuk memimpin mereka.
Gambaran tentang penampakan tiang awan dan tiang api dapat dipahami dalam dua pengertian, yaitu yang pertama, merupakan simbol perlindungan dan bimbingan Tuhan yang terus-menerus, dan yang kedua, merupakan simbol kehadiran Tuhan. Kehadiran Tuhan ini menyertai dan memimpin umat-Nya secara langsung. Tuhan berbicara dari awan. Dia berbicara dari awan di Sinai ketika dia memberikan hukum kepada Musa. Dia berbicara dari awan ketika itu berada di perkemahan orang Israel, ia berada di atas Tabut Perjanjian (tutup perdamaian) di Ruang Maha Kudus dari Kemah Suci. Dan dari awan itulah Tuhan berbicara dalam penghakiman terhadap berbagai gerakan pemberontakan selama tahun-tahun pengembaraan di padang gurun. Tidak pernah ada waktu dalam pengembaraan di padang gurun, bangsa Israel dapat melupakan kehadiran Tuhan yang menyertai mereka dan membayangi semua yang mereka lakukan.
Sebagaimana kehadiran Tuhan dalam pengembaraan bangsa Israel, demikian pula kehadiranNya dalam perjalanan kehidupan kita. Tuhan Yesus bukan hanya melindungi kita dari berbagai bahaya, tantangan dan musuh kita, tetapi Ia juga hadir dalam kehidupan kita. Ia memimpin, mengarahkan, mengawasi, menegor bahkan memperbaiki hal-hal yang tidak berkenan kepadaNya. Ia hadir melalui FirmanNya dan memberikan kepada kita hikmat untuk mengetahui kehendakNya.
Dari renungan ini, kita perlu bertanya apakah sampai dengan saat ini, kita terus merasakan kehadiran Tuhan Yesus melalui Roh Kudus dalam kehidupan kita, sehingga kita tetap hidup dalam kehendakNya?
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil!”
Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII