Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Roma 11:33 (TB2) O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat, dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
"Kini setiap orang lebih suka mencari informasi tentang ketuhanan bahkan surga dari mesin pencari - Akal Imitasi - dan tidak peduli lagi dengan Alkitab apalagi pakar ilmu"
Tom Nicholas, buku Matinya Kepakaran - The Death of Expertise, mengatakan (beberapa cuplikannya)...
"Isu yang lebih mendasar di sini adalah bahwa internet benar-benar telah mengubah cara kita membaca, menjelaskan, bahkan berpikir, menjadi lebih buruk. Kita mengharapkan informasi dengan cepat; informasi itu sudah harus dipotong-potong, disajikan dengan cara yang menyenangkan mata - tidak ada lagi model bulu teks dengan tulisan kecil - dan berisi sesuatu yang kita inginkan. Sementara, dulu, orang-orang melakukan "penelitian" bukan dengan cara "mencari laman yang indah di internet, untuk memberikan jawaban yang disukai, dengan usaha sekecil mungkin, dalam waktu sesingkat mungkin". Alhasil, banjir informasi, dalam kualitas yang beragam dan kadang dengan tingkat kewarasan tak tentu, menciptakan kumpulan pengetahuan yang membuat kondisi kita lebih buruk dibanding saat kita tak tahu sama sekali. Hal yang menyakitkan bukan sesuatu yang kita ketahui, melainkan sesuatu yang tidak kita pikir kita ketahui tapi salah......
"Akhirnya, dan mungkin yang paling mengganggu, internet membuat kita lebih kejam, bersumbu pendek, dan tidak mampu melakukan diskusi yang berfaedah. Masalah utama komunikasi instan adalah karena instan. Internet memungkinkan banyak orang untuk saling berbicara - lebih banyak daripada yang pernah dimungkinkan medium-medium sebelumnya. Semua orang berbicara dengan semua orang lain mungkin tak selalu baik. Kadang-kadang manusia perlu berhenti dan merenung, memberi waktu untuk menyerap dan mencerna informasi. Internet justru telah menjelma menjadi arena tempat orang bereaksi tanpa lagi berpikir...
Menjadi perenungan, informasi-informasi palsu yang dari internet, meskipun ternyata informasi tersebut adalah hoax, kini semakin ingin dan berhasrat dipercayai sebagai kebenaran. Banyak orang akan lebih menyukai berita hoax asalkan berita tersebut berisi pesan yang ditujukan untuk menjatuhkan moral seorang Presiden atau seseorang. Lebih parahnya, ketika semakin banyak orang Kristen sudah malas gunakan otak, dan lebih suka mesin Akal Imitasi - ChatGPT dan bertanya "Apakah saya masuk surga?"
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII