Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Matius 28:19 (TB2) "Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus"
Ketika menyiapkan skripsi dengan judul "Penginjilan Terhadap Masyarakat Betawi - Suatu Pendekatan dari Sejarah, Sastra, Budaya dan Musik", saya sangat berterimakasih kasih karena saat itu secara rutin bertemu dan bersekutu dengan kawan-kawan orang Betawi Kristen yang paham tentang masyakat Betawi. Dan kami bertekad berdiri Gereja Betawi.
Dan saya pun belajar berkhotbah dalam versi Betawi yang sering dimulai dengan sapaan "Encang-encing, Nyak-Babe, Abang-none... lalu dilanjut dengan suatu pantun khas Betawi yang hanya terdiri empat baris".. dan direspon dengan "Cakeepp!"
Contoh pantun,
Jalan-jalan ke Pasar Baru
Beli kaos dan sepatu item
Jangan sombong kalu elu punya gereja baru
Bang Yesus suka kalu elu diem dengerin gue bicara
Menurut Bang Ridwan Saidi, tokoh senior Betawi, pada tahun 2000an, jumlah penduduk Betawi kurang lebih lebih 4 juta orang (BPS) 2%nya orang Katolik dan Kristen sekitar 80 ribu. Cukup untuk berjuang mendirikan Gereja Betawi.
Namun masalah terbesar bagi masyarakat Betawi yang umumnya memiliki banyak tanah di Jakarta, keberadaannya sering berpindah semakin ke pinggiran Jakarta, karena tanahnya dijual murah untuk naik haji atau beli sepeda motor. Seiring pertumbuhan kota Jakarta, sebagai masyarakat Betawi bertahan di Tanah Abang, Kemayoran, Pal Merah, Condet dan Jagakarsa. Para pendatang mulai menggeser masyarakat Betawi ke berbagai wilayah Bekasi, Pondok Gede, Tangerang dan Depok.
Kuliner terkenal khas Betawi adalah "Kerak Telur" yang kadang disajikan dengan minuman bir Pletok atau sering disebut bir Belanda. Sedangkan musik-musik khas Betawi yang dikenal, Tanjidor (tangedor dari Portugis), Cokek (Tionghoa), Gambus (Arab) dan Gambang Kromong (campuran Tionghoa dan Nusantara untuk mengiringi pentas Lenong Betawi). Tarian khas Betawi yang paling dikenal adalah Jaipongan.
Karena itu saya dan kawan-kawan berjuang, bagaimana seharusnya corak ibadah gereja Betawi? 1. Tidak meninggalkan pakaian khas betawi. Untuk laki-laki peci dan sarung, perempuan kebaya dan kerudung. 2. Tetap bahasa Indonesia dengan logat Betawi. 3. Gunakan alat musik Betawi yang dicampur alat musik band modern. Dan belajar menghafal Doa Bapa Kami dalam versi Betawi..
"Babe kite nyang di surge
Dikudusin deh nama Babe
Datang deh Kerajaan Babe
Jadi deh Beh mau-maunye di bumi persis di surge....."
Dan atas saran Mpok Ning ahli sastra Betawi, yang turun menurun masih tinggal di jalan Jaksa, Jakarta Pusat, penggunaan nama Yesus, laki-laki dan perempuan disesuaikan dengan bahasa Betawi..
Yesus disebut Bang Yesus, Maria Mpok Maria. Para murid tetap disebut bang Petrus, bang Yohanes dan seterusnya... hal ini tidak diartikan merendahkan Yesus yang adalah Tuhan. Sebutan orang Betawi untuk seseorang yang ditokohkan bahkam dianggap jawara disebut "Bang". Bang Jampang, Bang Pitung, Bang Pi'un... dan seterusnya. Logat Betawi terkenal dengan ceplas-ceplosnya yang khas, meski ditelinga para pendatang tersesan tidak serius.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII