• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

KEHIDUPAN YANG PENUH KEMUNAFIKAN MEMBUTUHKAN BERITA PERTOBATAN DAN PENGAMPUNAN DOSA

 

Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!" (Yesaya 48:10-11)

 

Kedua ayat ini adalah konsekuensi kehidupan bangsa Yehuda yang penuh kemunafikan pada masa nabi Yesaya. Nabi Yesaya diperintahkan dalam perikop ini untuk berbicara kepada mereka dengan tujuan mengganjar mereka, agar mereka mengakui keadilan Allah atas kehidupan mereka yang munafik. Karena mereka masih bangga menyebut dirinya sebagai keturunan Yakub dan Yehuda, serta bersumpah demi nama Tuhan dan mengakui Allah Israel, padahal mereka bangsa yang tegar tengkuk, keras kepala, berkepala batu dan menyembah berhala. (pasal 48:1, 4-5) Betapa bagusnya jubah keagamaan mereka dan betapa indahnya penampilan luar mereka padahal hati mereka sangat jahat. Allah telah berulang-ulang memperingatkan mereka, namun mereka tetap tidak bertobat.

 

Allah memurnikan dengan cara menghajar mereka dengan berbagai kesulitan, hingga mereka harus mengalami masa-masa pembuangan di Babel. Sebenarnya Allah bisa saja melenyapkan mereka, tetapi dalam keadaan demikian Allah tetap mengasihi umat pilihanNya. “Oleh karena nama-Ku Aku menahan amarah-Ku dan oleh karena kemasyhuran-Ku Aku mengasihani engkau, sehingga Aku tidak melenyapkan engkau.” (48:9) Allah bertindak seperti seorang bapa mengasihi anak, demikianlah Allah mengasihi bangsa Yehuda. "Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya." (Ams 13:24) Tujuan dari pengajaran tersebut supaya mereka menjadi sadar dan kembali berbalik kepada Allah.

 

Allah adalah Allah yang penuh keadilan dan kasih. Oleh karena keadilanNya maka Ia menghukum yang salah, dan memurnikan mereka yang tercemar, supaya mereka kembali kepadaNya. Mereka yang berbalik dan mendengar suaraNya maka mereka akan diberkati hidupnya, serta mengalami damai sejahtera dan keselamatan.

 

Dalam kehidupan saat ini, tentu kita mengetahui begitu banyak orang munafik. Betapa bagusnya jubah keagamaan mereka dan betapa indahnya penampilan luar mereka, namun mereka tegar tengkuk, keras kepala, berkepala batu dan hati mereka sangat jahat. Mereka membutuhkan “Yesaya-Yesaya” masa kini yang berbicara memperingatkan mereka. Dibutuhkan orang yang memberitakan berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa. Dan dalam Lukas 24:47-48 Tuhan Yesus mengatakan: “… dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”

Marilah kita terus memberitakan berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa ini.

 

“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil!”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII


ID EN