• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th.

KARUNIA ROH ITU PENTING NAMUN JANGAN SALAH MENGGUNAKANNYA

 

"Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan" (1 Korintus 1:5)

 

Jika kita mendengar bahwa kita menjadi kaya, maka hal itu menyenangkan kita. Hal ini mungkin juga terjadi bagi Jemaat di Korintus saat mereka menerima dan membaca surat dari Paulus ini.  Karena dalam pembukaan surat 1 Korintus ini, Paulus menaikkan syukur atas apa yang dialami Jemaat di Korintus untuk pemberian anugerah oleh Allah di dalam Kristus. Di dalamnya ia mengucapkan syukur tentang mereka yang telah menjadi kaya oleh Allah di dalam Tuhan Yesus. Yang dimaksud mereka telah menjadi kaya, adalah berkaitan dengan kekayaan rohani, yaitu karunia-karunia Roh yang telah Allah berikan kepada mereka. Istilah telah menjadi kaya dalam bahasa Yunaninya berbentuk kata kerja pasif, artinya kekayaan karunia ini bukanlah dari hasil usaha dari diri mereka sendiri tetapi pemberian Allah. Dalam bahasa sederhana, dapat diterjemahkan: “… kamu telah diperkaya dengan karunia-karunia Roh oleh Allah.” Karunia-karunia ini bersumber pada kesatuan mereka dengan Tuhan Yesus.

Kita mengetahui bahwa Jemaat di Korintus adalah Jemaat yang mengalami banyak karunia Roh. Hal ini dapat dilihat dalam pasal-pasal 12-14. Juga ditegaskan oleh Paulus sendiri dalam pasal 1:7, bahwa “mereka tidak kekurangan dalam suatu karunia pun…” Tentu hal ini adalah gambaran keistimewaan Jemaat di Korintus. Walaupun kemudian Paulus juga menegur mereka berkaitan cara mereka menggunakan karunia-karunia Roh itu. Karena seharusnya karunia-karunia itu digunakan untuk kepentingan bersama atau Jemaat.  “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama,” (1 Kor. 12:7); “… sehingga Jemaat dapat dibangun” (1 Kor. 14:5); “Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.” (1 Kor. 14:12)

Belajar dari Paulus, bahwa kita harus bersyukur untuk semua kekayaan rohani yang kita alami. Semua kekayaan rohani itu adalah pemberiaan Allah dalam Tuhan Yesus. Namun kita harus senantiasa mengingat agar jangan salah menggunakan kekayaan-kekayaan rohani tersebut. Cara mengawasinya adalah dengan memperhatikan apa yang dikatakan oleh Alkitab.

 

“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”

Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th. - Ketua Umum PP PGLII


ID EN