• Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

PEMAHAMAN PENGINJILAN YANG BENAR DAN KELIRU MENURUT KALANGAN INJILI (Bagian 1)

 

Roma 1:16 TB2 "Sebab aku tidak malu terhadap Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, ..."

 

Di buku "Evangelism and The Sovereignty of God" - Penginjilan dan Kedaulatan Allah, J.I. Parker, Penerbit Momentum, 2003. Parker bertanya, "Mungkin kita menganggap kalangan Injili tak perlu lagi membahas "Apakah Penginjilan itu?", karena selama ini kalangan Injili menekankan pentingnya penginjilan, wajar jika semua orang mengasumsikan bahwa kita semua tentu telah sependapat mengenai penginjilan.

Namun faktanya, banyaknya kebingungan di dalam perdebatan mengenai penginjilan disebabkan oleh tidak adanya kesepakatan dalam pemahaman ini. Salah satu akar dari  dapat disimpulkan dalam satu kalimat, yaitu kebiasaan kita yang menular dan sulit hilang untuk mendefisinikan penginjilan "bukan pada berita yang disampaikan", melainkan "berdasarkan pengaruh yang dihasilkan terhadap mereka yang mendengar"

Sebagai contoh, definisi penginjilan terkenal yang diberikan oleh Komite Uskup Agung dalam laporan karya penginjilan gereja pada tahun 1918;

"Menginjili berarti menghadirkan Kristus Yesus dalam kuasa Roh Kudus sedemikian rupa sehingga manusia akan datang dan percaya kepada Allah melalui Dia, menerima Dia sebagai Juruselamat, dan melayani Dia sebagai Raja di dalam persekutuan dengan gereja-Nya."

Menurut kalimat ini, penginjilan berarti mendeklarasikan suatu berita spesifik, (utama dan tunggal). Jadi, mengajarkan kebenaran umum tentang keberadaan Allah atau tentang hukum moral, bukanlah penginjilan. Penginjilan sesungguhnya, berarti menyatakan Yesus Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia dan yang hadir dalam sejarah untuk menyelamatkan manusia yang celaka. Tetapi, sekedar menyatakan ajaran dan teladan dari Yesus sejarah atau bahkan menyatakan kebenaran tentang karya keselamatan keselamatan-Nya, bukanlah penginjilan. Penginjilan menyatakan Yesus Kristus sendiri, Juruselamat yang hidup dan Tuhan memerintah. Bahkan menurut definisi ini, menyatakan Yesus yang hidup sebagai Penolong dan Sahabat tanpa menyatakan karya keselamatan dikayu salib yang menebus manusia dari dosa dan maut, bukan penginjilan.

 

Salam Injili

Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.

Ketua Majelis Pertimbangan PGLII


ID EN