Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Lukas 22:61 (TB2) "Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus...."
Dalam film "The Passion of the Christ" karya Mel Gibson, tepatnya saat adegan Barabas (diperankan Pietro Sarubbi seorang ateis) dibebaskan, dan Yesus (diperankan Jim Caviezel) yang dipenjara, sutradara telah mengatur Sarubbi untuk mengejek lalu pergi, tapi saat ia mau pergi ia menoleh sejenak dan terhenyak melihat mata Jim yang ia rasakan itulah mata Yesus yang sesungguhnya. Adegan Sarubbi menoleh lagi ke Yesus seharusnya tidak ada. Saat itulah Pietro Sarubbi takluk dan percaya, ia mulai mengikut Yesus Kristus.
Ketika Yesus ditangkap dan dikerumuni banyak orang, para murid mengikuti dari jarak yang tidak terlalu dekat. Antara lain Petrus, ketika ada yang mengenalinya sebagai yang selalu bersama Yesus, ia menyangkal sampai tiga kali. Namun Yesus menatap Petrus atas apa yang ia ucapkan, bahwa ia mengaku tak kenal Yesus, hati Petrus penuh penyesalan dan ia menangis tak tahan melihat tatapan Yesus padanya. Petrus tahu itu bukan tatapan mata yang menghukum namun penuh kasih yang merangkul. Petrus sadar ia berdosa.
Bukankah begitu seringnya orang Kristen mengaku intim dengan Yesus, bahkan ingin memiliki hati seperti hati Yesus? Apakah pernah alami seperti apa ketika Yesus menatap dirinya? Banyak kesaksian dari orang-orang diubahkan hidupnya melalui KKR Pdt. Billy Graham, sebagian mengaku ketika Billy Graham dari mimbar menatap dirinya secara langsung, ada hal yang terjadi, yaitu adanya kesadaran dirinya adalah orang berdosa.
Film The Passion of the Christ banyak mengalami mujizat saat pembuatannya. Ungkapan kesaksian Jim Caviezer setelah film tersebut tayang, bahwa ia sangat mendalami peran sebagai Yesus dan hatinya seakan benar-benar seperti Yesus ketika ia melihat banyak pemeran di film tersebut.
Tidak ada satu pun yang dapat menerka seperti apa ketika mata Yesus menatapnya. Tetapi satu hal yang tidak mungkin keliru, jika itu adalah kita yang ditatap, betapa hati kita jadi pilu dan sedih.. betapa baiknya Yesus karena Ia menderita dan dihukum mati gantikan tempat kita.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny R. Mandang, M.Th.
Ketua Majelis Pertimbangan