Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Setelah itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Lukas 10:1 (TB2)
Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani Koine, karena bahasa itu adalah lingua franca (bahasa umum) yang digunakan dan dimengerti di wilayah Mediterania abad pertama, dan yang menjangkau seluruh wilayah Kekaisaran Romawi dan di kalangan Yahudi Diaspora, meskipun Yesus dan sebagian orang Yahudi masih gunakan bahasa Aram. Dengan menggunakan bahasa Yunani Koine maka penyebaran Injil lebih efektif menjangkau wilayah-wilayah yang begitu luas, baik Yahudi maupun bangsa-bangsa.
Hal yang kedua adalah Jalan. Bahwa di abad pertama Kekaisaran Romawi telah membangun jalan ratusan kilometer yang sangat luas bahkan membentang dari wilayah Timur Tengah, Afrika Utara hingga Inggris. Jalan yang dibangun bukan saja untuk kepentingan militer tetapi juga perdagangan, dan kelak dipakai para murid Yesus dan jemaat Diaspora untuk menyebarkan Injil.
Karena itu kita semakin diyakinkan, bahwa Tuhan Yesus tidak begitu saja memberikan Amanat Agung kepada para murid dan gereja, tetapi Ia juga menyediakan sarananya. Begitu juga, ketika Luther ingin menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin (Ibrani, Yunani) ke bahasa Jerman, saat itu hadir mesin cetak Gutenberg dan Alkitab dapat diperbanyak dan disebar ke rakyat Jerman.
Karena itu percayalah, ketika Kristus mengutus kita sebarkan Injil jangan pernah ragu dari mana dananya, bagaimana caranya, Dia sudah sediakan lebih dulu dan kita bulatkan hati berangkat. MARKIBER, mari kita berangkat!
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Ketua Majelis Pertimbangan PGLII