Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
1 Korintus 1:18 (TB2) Sebab, pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang menuju kebinasaan, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
"Era Kemakmuran sudah ditinggalkan"
Sudah cukup lama umat Kristen diajarkan atau mendengar khotbah tentang Kemakmuran. Terlebih di era globalisasi masyarakat global terperangkan pada "materialisme" (lebih cinta pada materi daripada kepada Yesus), hedonis, konsumptif dan egoisme, Teologi Kemakmuran dianggap solusi dari kehidupan yang semakin sulit.
Satu dekade ini, perang antar negara terus berkecamuk, bencana alam melanda belahan dunia, penggangguran dan kemiskinan meningkat, mata uang merosot. Hal yang menakutkan ketika Covid 19 terjadi, begitu banyak pekerja di PHK, perusahan-perusahaan tutup, harga minyak dunia naik, keuangan makin tidak stabil. Hal yang paling tidak terpikirkan adalah Singapore negara yang begitu maju, belakangan sebanyak 1500 resto-resto terkenal tutup, menyusul ratusan gerai KFC, McDonald's di Indonesia tutup, termasuk gerai-gerai raksasa di berbagai mall ikut tutup.
Teologi Kemakmuran mengajarkan, siapa percaya Yesus tidak mungkin kekurangan apalagi menjadi miskin. Tetapi para tokoh gereja atau teolog yang mengajarkan Kemakmuran sudah lama bangkrut dan masuk penjara, seiring berbagai dimensi global.
Penginjilan itu memproklamasikan Yesus yang disalib, yang menjadi kebodohan bagi mereka yang menuju kebinasaan tetapi bagi yang telah diselamatkan pemberitaan Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Justru penginjilan yang memberitakan Yesus mati dan disalibkan, bangkit dan naik ke surga, yang menyelamatkan manusia berdosa, memiliki hidup kekal dan puas bersama Yesus.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Ketua Majelis Pertimbangan