Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
TANGERANG — Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 dalam sebuah ibadah syukur dan perayaan yang diselenggarakan pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 17.00–20.00 WIB, di Casa Gracia BSD, Tangerang, Banten. Perayaan tersebut mengusung tema “Think Globally, Act Locally in Mission”, yang berlandaskan pada Kisah Para Rasul 1:8, sebagai penegasan kembali panggilan gereja untuk menjadi saksi Kristus mulai dari lingkungan terdekat hingga ke seluruh dunia.
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)
Perayaan ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat PGLII, Majelis Pertimbangan (MAPER) PGLII, para pengurus wilayah dan daerah PGLII dari berbagai provinsi, para pimpinan sinode gereja, lembaga-lembaga pelayanan, serta tamu undangan dari pemerintah dan organisasi-organisasi gerejawi.
Di antara para tamu yang hadir antara lain Pdt. Tommy Lengkong, M.Th. selaku Ketua Umum PGLII, Pdt. Dr. Ronny Mandang, M.Th. selaku Ketua Majelis Pertimbangan (MAPER) PGLII, anggota MAPER Pdt. Lipiyus Biniluk, M.Th., Pdt. Dr. Yusuf Eko W., M.Th. selaku Ketua PGLII Provinsi Banten sekaligus Ketua Panitia HUT ke-55 PGLII, Pdt. Dr. R. B. Rory, M.Th. selaku Ketua PGLII Wilayah DKI Jakarta, Dr. Ashiong P. Munthe selaku Ketua Pengurus Daerah PGLII Jakarta Selatan, serta para pimpinan sinode dan lembaga pelayanan Injili lainnya.
Turut hadir pula Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty selaku Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Darwin Dharmawan selaku Sekretaris Umum PGI, Pdt. Petrus Kondorura selaku Ketua Umum Lembaga Pekabaran Misi Indonesia (LPMI), Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D. selaku Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, serta Pdt. Harapan Nainggolan, M.Min., M.Th., Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.
Ibadah Syukur Diawali Doa dan Firman Tuhan
Ibadah syukur diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Ronny Mandang, M.Th.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Prof. Dr. F. Irwan Widjaja, Ph.D., yang mengangkat tema kepemimpinan, kepekaan terhadap zaman, dan panggilan misi gereja. Dalam khotbahnya, beliau mengulas 1 Tawarikh 12:32 mengenai bani Isakhar yang dikenal sebagai orang-orang yang memahami keadaan zaman dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan.
Dari bagian Alkitab tersebut, beliau menekankan empat prinsip utama bagi gereja dan para pemimpin masa kini, yaitu:
Pengertian, yaitu memiliki kepekaan memahami zaman dan konteks pelayanan.
Kebijaksanaan dalam bertindak, yakni mengetahui apa yang harus dilakukan sesuai kehendak Tuhan.
Kepemimpinan, yang mampu membimbing umat secara bertanggung jawab.
Ketaatan, yaitu kesediaan menjalankan panggilan Allah dengan setia.
Beliau juga mengaitkan pesan tersebut dengan Bilangan 2–3, khususnya mengenai penataan suku Isakhar dalam perjalanan bangsa Israel, untuk menegaskan bahwa Allah memanggil umat-Nya menjadi komunitas yang memahami waktu dan taat dalam menjalankan misi-Nya.
Mengutip Matius 20:6, beliau mengingatkan agar gereja tidak menjadi pasif dalam menghadapi perkembangan zaman, tetapi tetap aktif melayani dan menghadirkan kesaksian Kristus dalam setiap musim kehidupan.
Gereja Dipanggil Menangkap Rancangan Allah
Dalam pemaparannya, Pdt. Prof. Dr. F. Irwan Widjaja juga menegaskan bahwa ukuran gereja bukanlah indikator utama keberhasilan pelayanan.
Menurutnya, yang terutama adalah kemampuan gereja menangkap dan melaksanakan rancangan Allah. Gereja yang besar maupun kecil memiliki kesempatan yang sama untuk menghadirkan dampak apabila hidup dalam ketaatan kepada Tuhan.
Beliau menguraikan empat langkah yang perlu dilakukan gereja untuk mewujudkan panggilan tersebut, yaitu: 1). memiliki visi Allah bagi dunia; 2). mendengar suara Tuhan melalui Firman, doa, dan pimpinan Roh Kudus; 3). setia melayani sesuai tempat dan panggilan masing-masing; 4). menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat sebagai bagian dari misi Allah.
Beliau menutup bagian ini dengan penegasan bahwa kesetiaan gereja diukur bukan dari besar kecilnya organisasi, melainkan dari ketaatan dalam menjalankan kehendak Tuhan.
Refleksi Mengenai Kondisi Gereja
Dalam bagian lain khotbahnya, Pdt. Prof. Dr. F. Irwan Widjaja mengulas tujuh jemaat dalam Kitab Wahyu sebagai bahan refleksi bagi gereja masa kini.
Beliau mengingatkan beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, seperti hilangnya kasih mula-mula, kompromi terhadap ajaran yang tidak benar, kelalaian terhadap kekudusan hidup, kehidupan rohani yang tampak hidup tetapi kehilangan daya spiritual, serta sikap suam-suam kuku.
Sebaliknya, beliau menyoroti teladan Jemaat Smirna dan Filadelfia yang dipuji karena kesetiaan mereka dalam mempertahankan iman dan hidup menurut Firman Tuhan.
Makna Tema: Think Globally, Act Locally in Mission
Tema HUT ke-55 PGLII dijelaskan sebagai dorongan agar gereja memiliki wawasan global namun menghadirkan tindakan nyata di lingkungan tempat pelayanan masing-masing.
Dalam penjelasannya, Pdt. Prof. Dr. F. Irwan Widjaja mengutip sejumlah tokoh internasional, antara lain Patrick Geddes, René Dubos, dan David Brower, yang dikenal melalui gagasan mengenai pentingnya berpikir secara luas namun bertindak secara konkret pada tingkat lokal.
Melalui pendekatan tersebut, gereja diajak memahami berbagai tantangan global, tetapi tetap menghadirkan pelayanan yang relevan bagi masyarakat di sekitarnya sesuai konteks masing-masing.
Sambutan Ketua Panitia
Ketua Panitia HUT ke-55 PGLII, Pdt. Dr. Yusuf Eko W., M.Th., menyampaikan ucapan syukur atas penyertaan Tuhan selama 55 tahun perjalanan PGLII.
Beliau mengajak seluruh anggota PGLII untuk terus menjaga semangat persekutuan dan memberitakan Injil berdasarkan Kisah Para Rasul 1:8 dengan tetap menghidupi tema Think Globally, Act Locally in Mission. Beliau juga mengingatkan pentingnya semangat Amanat Agung sebagaimana tertulis dalam Matius 28:19–20 agar Injil terus diberitakan kepada segala bangsa.
Apresiasi dari PGI dan Forum Umat Kristen Indonesia
Mewakili Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI), Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty menyampaikan ucapan selamat atas ulang tahun ke-55 PGLII.
Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kontribusi PGLII selama lebih dari lima dekade dalam pelayanan Injil di Indonesia. Beliau juga menegaskan pentingnya kebersamaan antarorganisasi gereja untuk terus menghadirkan kesaksian Kristus di tengah masyarakat.
Kehadiran Pdt. Darwin Dharmawan selaku Sekretaris Umum PGI juga mendapat apresiasi khusus dari Ketua Umum PGLII sebagai wujud eratnya relasi dan komunikasi antarlembaga gerejawi.
Dukungan dari LPMI
Ketua Umum Lembaga Pekabaran Misi Indonesia (LPMI), Pdt. Petrus Kondorura, turut menyampaikan ucapan selamat kepada PGLII.
Beliau menekankan pentingnya sinergi antara lembaga-lembaga pelayanan Injili dalam mengemban Amanat Agung serta mengajak seluruh anggota PGLII untuk terus bergandengan tangan dalam memperluas pelayanan misi sesuai panggilan Kisah Para Rasul 1:8.
Pesan Pemerintah
Mewakili Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi perjalanan PGLII yang telah mencapai usia 55 tahun dengan berbagai dinamika organisasi yang dihadapi.
Beliau mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan rasa syukur kepada Tuhan, menjaga semangat toleransi, serta berkontribusi secara positif bagi kehidupan bangsa.
Mengutip Amsal 1:7, beliau mengingatkan pentingnya hikmat dan takut akan Tuhan sebagai dasar kehidupan. Selain itu, beliau menyampaikan bahwa pemerintah membuka ruang dialog dan masukan konstruktif dari masyarakat demi memperkuat kehidupan berbangsa.
Dalam bagian akhir sambutannya, beliau juga menegaskan pentingnya lembaga-lembaga keagamaan dalam membangun karakter dan mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Sambutan Ketua Umum PGLII
Ketua Umum PGLII, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, pimpinan gereja, lembaga pelayanan, panitia, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya perayaan HUT ke-55 PGLII.
Beliau secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, Pdt. Darwin Dharmawan, Pdt. Harapan Nainggolan, M.Min., M.Th., Pdt. Prof. Dr. F. Irwan Widjaja, Ph.D., para pimpinan sinode, pimpinan lembaga pelayanan, Gereja Ortodoks Indonesia, Bala Keselamatan, serta seluruh tamu undangan yang hadir.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Fransisca Saraswati Puspa Dewi (Sisca Saras) yang mempersembahkan pujian dalam ibadah syukur, kepada Dody Madong dari Gereja Kristen Perjanjian Baru yang memfasilitasi tempat penyelenggaraan acara, serta kepada seluruh panitia dari PGLII Provinsi Banten.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan doa syukur, foto bersama, dan pemotongan kue ulang tahun yang dipimpin oleh Ketua Umum PGLII sebagai simbol rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama 55 tahun perjalanan pelayanan PGLII. Doa penutup dipimpin oleh Lipiyus Biniluk, M.Th. menekankan agar seluruh anggota PGLII harus setia memberitakan Injil.
Momentum Memperkuat Komitmen Misi
Perayaan HUT ke-55 PGLII menjadi momentum untuk memperteguh komitmen gereja-gereja dan lembaga-lembaga Injili di Indonesia dalam menjalankan panggilan misi. Melalui tema “Think Globally, Act Locally in Mission”, PGLII mengajak seluruh unsur pelayanannya untuk memiliki wawasan yang luas terhadap perkembangan dunia, namun tetap menghadirkan pelayanan yang nyata, kontekstual, dan relevan bagi masyarakat Indonesia, dengan berlandaskan Firman Tuhan serta semangat kolaborasi dalam memberitakan Injil. INFOKOM