Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Kompleks Green Ville Blok AW/57 RT 07 RW 014, Kel. Kepa Duri, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11510
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th.
Markus 14:32 (TB2) "... tempat yang bernama Getsemani.... Yohanes 19:13 (TB2) "... di tempat yang bernama Litostrotos, *dalam bahasa Ibrani Gabata. Markus 15:22 (TB2) "membawa Yesus *ke tempat yang bernama Golgota, ..."
Ada tiga tempat yang mencatat peristiwa-peristiwa khusus Yesus sampai pada kematian-Nya.
Tiga tempat itu adalah: 1) "Getsemani", yaitu taman tempat Yesus berdoa dan ditangkap oleh sepasukan yang bersenjata lengkap. 2) "Gabata" (Gabbatga) (Lithostrotos) yaitu lantai batu tempat tertinggi pengadilan Pilatus di kompleks Herodes untuk mengadili Yesus. 3) "Golgota", yaitu suatu bukit yang digunakan untuk menyalibkan Yesus hingga Ia menyerahkan nyawa-Nya dan mati.
Ketiga tempat ini "Tri G", adalah suatu "tempat" yang berbeda. Namun memiliki pesan bagi setiap orang Kristen saat menyiapkan diri mengikuti Kebaktian Jumat Agung dan Hari Raya Paskah, Hari Yesus bangkit dari kematian.
"Getesemani" adalah suatu taman tempat Yesus berdoa dengan ucapan yang sangat terkenal, "bukan kehendak-Ku yang jadi melainkan kehendak Bapa..". Pada bagian ini, umat Kristen diajak untuk merenungkan bahwa saat menjalani kehidupannya ia tidak hidup berdasarkan kehendaknya tetapi kehendak di surga. Meski nampak sulit!
"Gabata", adalah suatu tempat Yesus diadili, dituduh, dicemeti dan divonis mati. Pada bagian ini, umat Kristen diajak merenungkan, bahwa Yesus dapat saja memerintahkan pasukan malaikat-Nya membunuh semua orang saat itu, tetapi Ia tidak melawan, bahkan diam seperti domba yang dibawa kepembantaian. Begitu juga, meski orang Kristen memiliki kuasa, jabatan, harta dan kekuasaan, semua itu tidak digunakan selain mengikuti jalan Bapa, yaitu jalan salib. Andalkan rencana Tuhan bukan kekuatan dan kekuasaan manusia.
"Golgota", adalah bukit tempat Yesus disalib dan mati. Ucapan Yesus saat kematian-Nya "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku". Pada bagian ini, umat Kristen diajak merenungkan, jika saatnya tiba, "hidupnya telah diserahkan kepada Tuhan Yesus dan memiliki jaminan kepastian keselamatan". Kematian dalam Kristus yang indah.
Salam Injili
Pdt. DR Ronny Mandang, M.Th. - Ketua Majelis Pertimbangan PGLII